Jamur Enoki Kini Aman Dikonsumsi, Ini Syaratnya

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 2 Juli 2020 15:21
Jamur Enoki Kini Aman Dikonsumsi, Ini Syaratnya
Cari yang bukan berasal dari Korea Selatan.

Dream - Kabar gembira bagi kamu penyuka jamur enoki. Beberapa waktu lalu Kementerian Pertanian (Kementan) menemukan produk jamur enoki dari Green Co Ltd asal Korea Selatan yang mengandung bakteri berbahaya Listeria monocytogenes.

Diimbau untuk tak mengonsumsi jamur yang kerap jadi campuran shabu-shabu ini untuk sementara. Badan Ketahanan Pangan Kementan telah memerintahkan pada importir untuk melakukan penarikan dan pemusnahan produk jamur enoki pada 22 Mei dan 19 Juni 2020 di PT Siklus Mutiara Nusantara.

Kini, Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi, mengatakan masyarakat diperbolehkan mengkonsumsi kembali jamur enoki namun bukan berasal dari Korea Selatan dan bukan produksi dari Green Co Ltd. Masyarakat bisa mengkonsumsi merek lain misal dari China atau negara lain

" Boleh dikonsumsi tapi bukan produksi Green Co dari Korea selatan, banyak produk di daerah lain yang masih ada jamur enoki tapi produk China, boleh dikonsumsi," kata Agung dalam konferensi pers di Kementerian Pertanian, Kamis 2 Juli 2020, dikutip dari Liputan6.

 

1 dari 6 halaman

Masak Minimal 5 Menit

Pihak Kementan sendiri sudah menganalisis lebih lanjut bagaimana amannya mengkonsumsi jamur enoki. Ternyata jamur enoki itu mati pada 75 derajat celcius, dan dalam waktu masak selama 5 menit.

" Menghimbau masyarakat untuk lebih cermat dan berhati-hati, dalam mengkonsumsi jamur enoki melakukan pengolahan minimal pada suhu 75 derajat celcius agar aman dikonsumsi," lanjut dia.

 Jamur Enoki Ditarik Oleh Kementan, Begini Faktanya..© MEN

Sederet langkah dilakukan untuk mencegah beredarnya jamur enoki yang tercermar. Antara lain melakukan penarikan dan pemusnahan produk jamur enoki dari Green Co Ltd. korea Selatan yang tercemar.

PT Green Box meminta PT Siklus Mutiara Nusantara, memusnahkan pangan tercemar pada tanggal 22 Mei 2020 dan 19 Juni 2020, yang disaksikan oleh perwakilan oleh perwakilan dari pelaku usaha dan BKP sejumlah 1.633 karton dengan berat 8.16t kg.

" Sebagai langkah preventif, BKP memerintahkan semua OKKP Daerah melakukan pengawasan jamur Enoki asal Korea Selatan yang beredar," ujarnya.

Laporan Tira Santia/ Sumber: Liputan6.com

2 dari 6 halaman

Fakta di Balik Penarikan Jamur Enoki, Sudah 3 Negara Alami KLB

Dream - Masyarakat Indonesia tentunya tidak asing dengan bahan makanan yang berbahan dasar jamur. Namun para penggemar jamur saat ini diminta untuk tak mengonsumsi jamur enoki karena mengandung bakteri yang menyebabkan penyakit listeria atau listeriosis.

 Resep Jamur Enoki Krispi, Bikin Ketagihan© MEN

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes yang dapat hidup di lingkungan lembap, tanah air, vegetasi yang membusuk dan hewa.

Ketika seseorang mengkonsumsi makanan yang telah terkontiminasi dengan bakteri listeria, bakteri tersebut dapat berkembang mnjadi penyakit listeriosis.

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Ketahanan Pangan telah memerintahkan pada importir untuk melakukan penarikan dan pemusnahan produk jamur enoki dari Green Co Ltd asal Korea Selatan. Hal itu mengingat adanya informasi jika jamur enoki asal Korea Selatan ini tercemar Bakteri Listeria Monocytogenes.

Disebut berbahaya bagi kesehatan manusia, berikut fakta-fakta tentang jamur enoki yang telah dirangkum oleh Liputan6.com, Kamis 25 Juni 2020:

 

1. Mengandung Bakteri Listeria Monocytogenes

3 dari 6 halaman

1. Mengandung Bakteri Listeria Monocytogenes

Bakteri Listeria Monocytogenes adalah bakteri yang sangat kuat dan tahan terhadap panas, asam, dan garam. Bakteri ini juga tahan pembekuan dan dapat tetap tumbuh pada suhu 4 derajat, khususnya pada makanan yang disimpan di lemari pendingin, dikutip dari web resmi Kemenkes oleh Liputan6.com. Bakteri ini tersebar luas di lingkungan pertanian, baik di tanah, tanaman, silase, fekal, limbah dan air.

Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, orang sakit dan lanjut usia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Orang sehat juga dapat terinfeksi bakteri Listeria, dengan gejala jangka pendek yang muncul seperti demam tinggi, sakit kepala parah, pegal, mual, sakit perut dan diare. Listeriosis merupakan nama penyakit yang disebabkan oleh bakteri L. monocytogenes.

Pada kasus yang parah dapat menyebabkan leher kaku, kebingungan, kehilangan keseimbangan, hingga kejang-kejang. Bakteri ini juga sangat berbahaya bagi ibu hamil karena dapat menyebabkan keguguran, prematur, dan kematian pada bayi.

4 dari 6 halaman

2. Minta Dimusnahkan oleh Kementan

 Enoki© Shutterstock.com

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Ketahanan Pangan melakukan penarikan dan pemusnahan produk jamur enoki dari Green Co Ltd asal Korea Selatan. Hal itu mengingat adanya informasi dari International Food Safety Authority Network (INFOSAN), jaringan otoritas keamanan pangan internasional di bawah FAO/WHO, terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) pada Maret-April 2020 di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia, akibat mengkonsumsi jamur enoki asal Korea Selatan yang tercemar Bakteri Listeria Monocytogenes.

" Pemusnahan dilakukan pada tanggal 22 Mei 2020 dan 19 Juni 2020 di PT siklus Mutiara Nusantara, Bekasi, yang dihadiri oleh perwakilan dari pelaku usaha dan BKP, sejumlah 1.633 karton dengan berat 8.165 kg," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi dikutip dari Antara, Kamis 25 Juni 2020.

5 dari 6 halaman

3. Sebabkan KLB di 3 Negara

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi dikutip dari Antara, Kamis (25/6/2020) mengakui jika di Indonesia belum ditemukan adanya kasus luar biasa (KLB) karena kontaminasi bakteri dari jamur enoki tersebut.

Laporan terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) pada Maret-April 2020 di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia, akibat mengkonsumsi jamur enoki asal Korea Selatan yang tercemar Bakteri Listeria Monocytogenes. Pada 21 April 2020 sampai 26 Mei 2020, BKP Kementan juga telah meminta importir agar tidak mengedarkan jamur, sampai investigasi selesai.

Tercatat di AS, 36 pasien akibat listeria ada di 17 negara bagian. Dua kematian terjadi di California, dan ada satu kematian masing-masing di Hawaii dan di New Jersey. Ada juga enam kasus yang melibatkan wanita hamil yang mengakibatkan dua keguguran.

6 dari 6 halaman

4. Lakukan Pengawasan Ketat

 Enoki© Shutterstock.com

Oleh karena itu, Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi meminta Badan Karantina Pertanian melakukan peningkatan pengawasan keamanan pangan jamur enoki asal Korea Selatan. Selain itu, BKP juga meminta importir jamur enoki agar mendaftarkan produknya ke Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Pusat (OKKPP).

BKP kemudian meminta untuk memisahkan jamur enoki yang diimpor dari Green Co Ltd dan mengembalikan kepada distributor untuk ditangani lebih lanjut. Importir juga diminta untuk menerapkan langkah sanitasi demi mencegah kontaminasi silang, serta melakukan pengujian laboratorium jika diperlukan.

Beri Komentar