John Riady Didapuk Jadi CEO Lippo Karawaci

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 12 Maret 2019 14:15
John Riady Didapuk Jadi CEO Lippo Karawaci
Perusahaan mengumumkan transformasi bisnisnya salah satunya dengan menyiapkan pendanaan hingga US$1,01 miliar.

Dream – PT Lipoo Karawaci Tbk mengumumkan rencana transformasi strategis untuk rekapitalisasi perusahaan. Pengembang real estate ini menetapkan program pendanaan senilai US$1,01 miliar (Rp14,39 triliun).

Salah satu pendanaan ini berasal dari penerbiatan saham baru (right issue) senilai US$730 juta (Rp10,4 triliun) yang dijamin sepenuhnya oleh keluarga Riady.

Pendanaan lainnya sebesar US$280 juta (Rp3,99 triliun) berasal dari penyelesaian rencana divestasi aset.

Dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa 12 Maret 2019, perusahaan ini akan menggunakan dana itu untuk menekan rasio utang dan membayar utang senilai US$275 juta (Rp3,92 triliun). Lalu, perusahaan tersebut juga akan menyediakan buffer likuiditas untuk membiayai bunga utang dan sewa Real Estate Investment Trust (REIT) hingga akhir 2020.

“ Mengoptimalkan nilai pemegang saham melalui investasi di proyek-proyek utama yang sedang berjalan,” tulis perseroan.

Lippo Karawaci juga akan memfokuskan bisnisnya pada tiga segmen, yaitu segmen perumahan, lifestyle mall, dan layanan kesehatan.

1 dari 1 halaman

Angkat John Riady Jadi CEO Lippo Karawaci

Tak hanya itu, perusahaan ini juga menunjuk John Riady sebagai chief executive officer (CEO), Surya Tatang chief financial officer (CFO), Peter Yu jadi director of projects, dan Bret Matthew Ginesky sebagai head of investor relations.

Sementara itu, Marshall Martinus akan melanjutkan tugasnya sebagai chief operation officer.

“ Saya melihat peluang yang besar untuk membangun salah satu pengembang real estate terintegrasi terkemuka di Indonesia, untuk mendorong keunggulan operasional, fokus, dan pendekatan yang lebih disiplin dalam alokasi modal,” kata John Riady.

Lippo Karawaci juga menunjuk jajaran dewan komisaris baru. Perusahaan ini menunjuk John Prasetio sebagai presiden komisaris independen. Sedangkan komisaris lainnya adalah Stephen Riady, George Raymond Zage, Kin Chan, Anangga Roosdiono. Penunjukan komisaris ini diharapkan bisa mengawasi arahan strategi dan tata kelola perusahaan.

“ Kami berharap dapat memberikan pengawasan dan bekerja sama dengan Bapak John Riady serta tim manajemen untuk mewujudkan kinerja LPKR—Lippo Karawaci—dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata John Prasetio.(Sah)

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie