Bos BCA Ungkap Profesi yang Bakal Jadi Incaran Banyak Bank

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 29 September 2020 19:48
Bos BCA Ungkap Profesi yang Bakal Jadi Incaran Banyak Bank
Tak hanya bank, pegawai ini juga akan menjadi incaran banyak perusahaan di sektor lain.

Dream - Jahja Setiatmadja, bos bank terbesar di Indonesia PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengungkapkan satu profesi bakal menjadi incaran banyak perbankan di Indonesia. Kabar baiknya, posisi ini kemungkinan banyak dihuni kalangan generasi muda milenial.

Berbicara di sesi webinar yang digelar Selasa, 29 September 2020, Jahja mengungkapkan profesi incaran banyak perusahaan itu adalah pekerjaan di bidang teknologi informasi.

" Jujur kita merekrut teman-teman teknologi milenial ini sekarang tidak gampang," kata Jahja.

Menurut Jahja, persiangan mendapatkan pekerja milenial yang punya keahlian teknologi informasi ini tak hanya berasal dar sesama perbankan. BCA juga harus bersaing dengan berbagai perusahaan di sektor lain seperti financial technologi (Fintech).

Persaingan dan kebutuhan dari pengguna jasa ini membuat mereka pegawai dengan keahlian IT bisa memilih kerja di perusahaan yang mereka inginkan.

 

 

1 dari 1 halaman

Kebutuhan IT Sudah Dirasakan BCA

Sebagai contoh, BCA saat ini mempekerjakan sekitar 500 pegawai di sektor pengembangan, data center hingga infrastruktur pendukung teknologi digital. Lalu sekitar 300 pekerja yang mendukung kegiatan operasional.

" Yang lain itu adalah yang melakukan arsitekturnya, digital innovation, kemudian data management, IT management. Jadi demikian ada pembagian data yang harus disiapkan agar mereka itu ke-trigger," ungkapnya.

Para pekerja tersebut direktrut untuk mengisi posisi di sekitar 40 perusahaan kecil (mini company) yang jadi anak usaha BCA. Tiap mini company memiliki beberapa scrum team yang terdiri dari kombinasi beberapa pekerja dengan lintas disiplin ilmu beragam.

" Mini company ini ada beberapa scrum team, dimana ada product owner. Karena kita tahu, misal ATM, ATM ini bukan ATM sendiri, ada untuk flaschard, untuk transfer-transfer, dimana dibalik itu ada sub-product yang harus ada people in-charge di situ, mengerti bisnisnya, tahu kebutuhannya, tahu gunanya untuk apa saja," paparnya.

Keberadaan mini company ini diakui telah membantu BCA mengolah data dengan cepat tanpa perlu menunggu persetujuan langsung dari pusat.

" Adanya mini company, scrum team ini, kita bisa cepat ambil decission untuk ratusan topik dalam waktu yang singkat," ucap Jahja.

(sah, Liputan6.com)

Beri Komentar