Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Oman Merilis Sukuk Lebih Dari Rp25 Triliun Untuk Pendanaan. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sejumlah negara penghasil minyak tengah mencari sumber pemasukan alternatif. Ini disebabkanya lesunya harga minyak yang berpengaruh terhadap kondisi perekonomian mereka.
Salah satu negara yang terkena dampak penurunan harga minyak adalah Oman. Mengantisipasi defisit, Oman resmi merllis sukuk.
Dilansir dari Salaam Gateway, Oman merilis sukuk senilai US$2 miliar (Rp26,59 triliun) dengan imbal hasil 4,39 persen dan tenornya 7 tahun.
Meskipun ada penurunan peringkat utang dari Standar and Poor, permintaan instrumen keuangan syariah Oman masih besar. Hal ini terlihat dari sukuk yang diterbitkan Oman mengalami kelebihan penawaran sebesar US$6,9 miliar (Rp91,74 triliun).
Oman menunjuk Alizz Islamic Bank, Dubai Islamic Bank, Gulf International Bank, HSBC, J. P. Morgan, dan Standard Chartered Bank sebagai bookrunner sukuk ini.
Sekadar informasi, negara ini telah merilis obligasi senilai US$5 miliar (Rp66,48 triliun) dan pemesanannya mencapai US$20 miliar (Rp265,94 triliun). Oman merilis surat utang untuk mencari pendanaan lain karena harga minyak masih lesu.
Kondisi ini membuat utang Oman turut membengkak. Standard Chartered Bank memprediksi utang Oman meroket dari 4,8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 35 persen dari PDB.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari