CONNECT WITH US!

Dibuka Menguat, Laju Indeks Syariah Masih Lesu

Reporter : Syahid Latif | Jumat, 12 September 2014 10:06
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 2,07 poin (0,04%) menuju 5.136,3. Penguatan indeks didokong 73 saham yang menembus zona hijau.

Dream - Bursa saham Indonesia kembali mencoba menerobos zona hijau di perdagangan jelang akhir pekan. Penguatan ini tertahan oleh aksi jual jual pemodal asing.

Para pemilik dana dari luar negeri tercatat melakukan aksi jual bersih dengan nilai Rp 33 miliar.

Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 12 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 2,07 poin (0,04%) menuju 5.136,3. Penguatan indeks disokong 73 saham yang menembus zona hijau.

Frekuensi perdagangan saham di sesi awal ini tercatat 3.961 kali dengan volume 151,14 juta saham. Nilai transaksi mencapai Rp 156,14 miliar.

Upaya percobaan ke zona hijau juga dialami Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang dibuka menguat ke 167,29. Sekitar satu jam perdagangan, indeks ISSI telah menguat 0,28 poin (0,17%) ke level 167,04.

Tercatat sudah ada 72 emiten syariah yang bergerak menguat ke zona positif sementara 73 lainnya masih tertinggal di teritori negatif. Jelang akhir pekan ini, 119 emiten sama sekali belum ditransaksikan pelaku pasar.

Nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp 687,54 miliar dengan efek beralihtangan mencapai 6,83 miliar.

Penguatan juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka menguat ke level 686,21.

Naiknya harga saham 15 emiten kembali mengangkat indeks JII menguat 2,19 poin (0,32%) ke level 685,51. Nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp 464,75 miliar.

Kepala Riset PT Trust Securities, Reza Priyambada dalam ulasannya menjelaskan, terhempasnya IHSG ke zona merah di penutupan perdagangan kemarin dipicu depresiasi rupiah, nett sell asing, dan merahnya laju bursa saham Asia.

" Rilis tetapnya BI rate yang sempat berimbas ositif pada laju saham-saham konsumer, properti, dan perbankan tidak mampu bertahan hingga akhir sesi," katanya.

Reza memperkirakan laju IHSG kali ini akan mencoba untuk bertahan dari penurunan. Namun jika aksi jual tidak terbendung, bukan tidak mungkin laju IHSG berpeluang menuju utang gap 5113-5127.

Kulon Progo Festival (Kulfest) 2017