Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Indeks saham syariah belum mampu keluar dari zona merah. Meski berhasil menembus level positif, Indeks Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah.
Emiten sektor pertambangan kali ini menjadi penekan laju indeks saham syariah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 3 Desember 2015, indeks ISSI turun 0,392 poin (0,27%) ke level 142,534.
Tekanan jual jelang sesi penutupan juga menyeret indeks JII terpeleset 0,332 pon (0,06%) ke level 596,567.
Kedua indeks acuan saham syariah ini sama-sama sempat menembus zona hijau. Bahkan JII sempat menguat signifikan jelang sesi penutupan.
Level tertinggi ISSI hari ini dicetak di 143,358 sedangkan JII menyentuh 601,115.
Aksi jual investor mendorong 117 emiten syariah, 21 diantaranya saham bluechips syariah, ditutup melemah. ISSI berhasil membawa 54 emiten ke zona hijau dan 48 lainnya bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rpp 2,6 triliun dengan 25,35 miliar saham berpindahtangan.
Selain emiten pertambangan, indeks sektor properti juga mengalami penurunan terdalam sebesar 0,71 persen dan perdagangan 0,68 persen.
Hanya dua indeks sektoral yang sukses melaju positif yaitu infrastruktur sebesar 0,92 persen dan barang konsumsi 0,07 persen.
Top losser saham bluechips syariah dihuni UNTR yang turun Rp 450, ICBP Rp 300, AALI Rp 250, AKRA Rp 125, dan ITMG Rp 100 per saham.
Sebaliknya, INTP yang kemarin tertekan aksi jual, hari ini berbalik menguat dan menjadi top gainer dengan kenaikan Rp 150. Disusul TLKM Rp 65, MIKA dan PGAS Rp 25, serta PTPP Rp 20 per saham.
Bergugurannya saham bluechips sektor pertambangan juga mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 8,481 poin (0,19%) ke level 4.537,382.
Lantai bursa relatif minim dari aksi jual beli saham dengan nilai hanya Rp 3,78 triliun. Posisi asing mencetak nett sell hingga Rp 394 miliar.
Advertisement

Membaca Buku Sebelum Tidur Ternyata Bisa Membantu Tidur Lebih Nyenyak, Ini Alasannya


Bisakah Kesehatan Kulit Kepala Memprediksi Proses Penuaan Tubuh Secara Keseluruhan?


Benarkah Menambahkan Susu ke Teh Bisa Mengurangi Kandungan Antioksidan di Dalamnya?

Mengapa Jeruk Memiliki Banyak Varian dengan Cara Konsumsi yang Berbeda?

Cara Sukses di Tempat Kerja sebagai Introvert Tanpa Harus Berubah Menjadi Ekstrovert