Ilustrasi
Dream - Peluang bisnis yang terbuka membuat kesempatan perempuan untuk berkarir di dunia ini lebih luas. Tak jarang mereka berhasil meraih sukses bahkan menembus jajaran orang terkaya.
Tak seperti pebisnis pria, ternyata para entrepreneur perempuan tak terlalu berambisi mencari uang. Mereka punya visi lain yang jauh lebih mulia.
Hasil survei INSEAD dalam Global Women's Forum Dubai 2016 menemukan jika pebisnis perempuan berpikir bisnis seharusnya memberikan dampak positif sosial.
Kesimpulan dari INSEAD, lembaga bisnis yang memiliki kampus di Eropa, Asia, dan Abu Dhabi ini diperoleh dari hasil survei terhadap kesuksesan para entrepreneur wanita.
Para pebisnis wanita sukses ini mengaku pentinganya membangun jaringan bisnis, mendapatkan sumber daya, serta mengurangi isolasi sebelum rencana bisnis divalidasi.
Cartier Women's Initiative Award senditi telah membantu menciptakan 5.200 pekerjaan baru lewat dukungan modal, pembinaan dan jaringan, terutama dari empat organisasi mitra utama - Cartier, INSEAD, The Women’s Forum for The Economy and Society dan McKinsey & Company.
Jumlah pelamar sendiri terus meningkat dari 360 pada tahun 2007 menjadi 1.800 tahun lalu. Hanya terpilih 18 finalis dari enam wilayah yang diberikan kesempatan pembinaan dan pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan rencana bisnis, posisi pasar masing-masing pengusaha dan keterampilan.
Advertisement
Seluruh Sektor Kompak Menguat, IHSG Tancap Gas di Penutupan Sesi I

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo


5 Cara Membantu Tubuh Mengeluarkan Mikroplastik, Bisa Dimulai dari Konsumsi Makanan Bergizi

Alkimia: Ilmu Kuno yang Dipelajari Berabad-Abad, Adakah Hubungannya dengan Kimia Modern?

Teh Panas atau Es, Mana yang Lebih Banyak Mengandung Antioksidan?

Benarkah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan? Studi Ungkap Jawabannya Tak Sesederhana Itu


Bahlil Lahadalia: Dulu Sopir Angkot, Kini Setir Dua Pos Menteri
