Cara Bisa Sisihkan Uang Buat Menabung Meski Gaji Sebesar UMR

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 19 September 2019 10:46
Cara Bisa Sisihkan Uang Buat Menabung Meski Gaji Sebesar UMR
Ingin nabung, tapi kok pendapatan pas-pasan ya?

Dream – Punya uang banyak tentu jadi impian semua orang. Hal itu bisa terwujud, selama bisa mengelola keuangan dengan benar. 

Mengelola keuangan dengan baik merupakan tantangan bagi pekerja fresh graduate. Utamanya pada mereka dengan penghasilan setara Upah Minimum Regional (UMR).

Memang sih, besaran pendapatan yang diterima mungkin mepet. Tetapi, bukan berarti kamu tidak bisa menabung. 

Dengan pengelolaan yang baik, gaji bulanan tak hanya habis untuk kebutuhan. Tetapi juga bisa disisihkan untuk tabungan dan investasi.

Perencana keuangan, Prita Hapsari Ghozie, punya beberapa tips yang bisa diterapkan untuk mengatur keuangan. Tips ini cocok buat para pekerja dengan gaji sebesar UMR.

" Nomor satu, sadar diri dengan kemampuan finansial. Jadi peduli amat orang lain bagaimana, kita tahu kita seperti apa," kata Prita, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 19 September 2019.

Prita mengatakan gaji UMR hanya bisa dibagi ke dalam dua jenis pos, yaitu pengeluaran dan dana darurat dengan besaran 75 persen dan 25 persen. Yang 75 persen adalah anggaran pengeluaran bulanan, seperti bayar kos dan uang makan.

“ Itu nggak bisa dipatok-patok kayak makan sekian persen,” kata dia.

Sisanya, 25 persen dialokasikan ke tabungan atau dana darurat.

1 dari 5 halaman

Ambil Lebih Dahulu

Setelah menganggarkan, apa langkah selanjutnya?

Prita menganjurkan porsi 25 persen diambil terlebih dahulu untuk tabungan atau investasi. Lalu, dana itu dimasukkan ke rekening tabungan atau instrumen investasi yang telah dipakai.

“ Sudah gampang banget. Ngapain ribet?” kata dia. 

2 dari 5 halaman

Menabung Bukan Kunci Jadi Kaya Raya

Dream – Selama ini kita sering mendengar istilah 'menabung pangkal kaya'. Tapi peribahasa itu mungkin perlu didefinisikan ulang, setidaknya untuk konteks zaman sekarang.

Sebab, saat ini menabung saja tidak cukup untuk menjadi kaya raya. Menurut sejumlah pakar keuangan, kunci kekayaan bukanlah menabung. Ada satu hal yang harus dilakukan agar bisa tajir, yaitu investasi.

“ Salah satu hal yang paling mengejutkan yang tidak disadari orang tentang uang adalah menabung tidaklah cukup,” kata pakar keuangan, Ramit Sethi, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 14 Maret 2019.

Penelitian Allianz Life Generations menyebut generasi milenial sebenarnya cukup bagus dalam menghemat uang. Mereka menyisihkan uang 40 persen setiap bulan untuk ditabung.

Tabungan memang tak salah jika digunakan untuk tujuan jangka pendek. Kalau mau yang jangka panjang, yang dibutuhkan adalah investasi. Nah, inilah yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan jangka panjang, seperti membeli rumah.

3 dari 5 halaman

Takut Mencoba

Sayangnya, generasi ini justru takut mencoba. Hanya ada 12 persen generasi milenial yang menggunakan broker. Padahal, investasi ini tidak rumit dan menakutkan.

“ Saya masuk ke akun investasi sebulan sekali. Saya menghabiskan waktu kurang dari satu jam untuk berinvestasi,” kata Sethi.

Dia mengatakan orang-orang bisa mulai investasi dengan nilai rendah. “ Cara sebenarnya untuk menumbuhkan uang bukan hanya menabung. Saya ingin kamu melangkah lebih jauh dan mulai berinvestasi,” kata dia. 

4 dari 5 halaman

Generasi Milenial Lebih Suka Utang daripada Investasi?

Dream – Milenial dan gaya hidup modern seakan menjadi bagian yang tak terpisahkan. Kebiasaan hangout hingga traveling yang sering diupdate di media sosial ternyata mempengaruhi cara mereka mengatur keuangan. Generasi milenial dinilai belum memahami investasi. Bahkan, saat ini diyakini lebih banyak generasi milenial yang punya cicilan utang ketimbang tabungan atau memiliki deposito pribadi.

“ Milenial di Indonesia, setiap kali ditanya, ada yang punya cicilan Rp1 juta-Rp2 juta per bulan? Banyak. Tapi, (giliran ditanya), ada yang investasi Rp1 juta-Rp2 juta per bulan, (jawabannya), enggak ada,” kata Founder PT Solusi Finansialku Indonesia, Melvin Mumpuni, di Jakarta, ditulis Jumat 30 Agustus 2019.

Menurut Melvin, sebenarnya, generasi Y memiliki uang karena bisa membayar cicilan. Sayangnya, uangnya justru digunakan untuk hal-hal yang konsumtif.

 

 

Jika ada milenial yang ingin mencoba berinvestasi, kata dia, yang perlu dilakukan adalah merencakan keuangan. Kalau tak mau repot, mereka bisa coba-coba investasi dengan budget testing—anggaran yang disediakan untuk mencoba investasi.

“ Mulai dulu Rp100 ribu. Setelah tahu hasilnya, optimalkan,” kata dia.

Sebagai milenial, alangkah baiknya mulai melakukan perencanaan keuangan sejak dini untuk masa depan yang lebih nyaman. Selain memikirkan investasi lewat deposito atau reksadana, investasi properti juga bisa menjadi pertimbangan. Terlebih, cicilan KPR yang kini juga melesat cukup tinggi menjadi salah satu prediksi yang menilai milenial kemungkinan tidak bisa punya rumah sendiri.

5 dari 5 halaman

Lalu, Instrumen Apa yang Cocok?

Saat ini, ada beragam instrumen investasi yang tersedia. Misalnya, saham, reksa dana, obligasi, dan emas. Nah, manakah yang cocok untuk generasi milenial?

Melvin mengatakan, investasi yang cocok bagi generasi Y pemula adalah saham, reksa dana, dan peer to peer lending (P2P).

“ Itu paling gampang. Minimal Rp100 ribu. Tinggal setor doing,” kata dia.

Jika ingin berinvestasi, Melvin menyebut dananya disisihkan terlebih dahulu ketika mendapatkan gaji. Setidaknya uang yang disisihkan sebesar 20 persen.

“ Kalau income Rp1 juta, minimal invest Rp200 ribu,” kata dia. 

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal