Foto Pembangunan Tangga Halte Busway Koridor 13 (Twitter @elisa_jkt)
Dream - Tangga halte busway Transjakarta koridor 13 yang menjulang tinggi di jalur Ciledug-Kapten Pierre Tendean menjadi sorotan. Dengan 177 anak tangga, keberadaan halte di jalan layang tersebut bakal menyusahkan calon penumpang.
Kabar pertama tangga tinggi halte ini muncul pertama kali dari ciutan Direktur RUJAK Center for Urban Studies, Elisa Sutanudjaja, dalam akun Twitternya, @elisa_jkt. Ternyata bukan Elisa yang khawatir dengan tangga itu.
Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menilai desain bangunan halte busway itu tidak ramah bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas.
" Kalau melihat konstruksinya, kurang ramah bagi pejalan kaki, apalagi buat penyandang disabilitas," kata Djoko ketika dihubungi Dream, Selasa, 3 Januari 2017.
Dia mengatakan sudut kemiringan tangga kurang landai. Ada dua hal yang bisa dilakukan agar halte koridor ini bisa lebih " ramah" , yaitu dibuat tangga berjalan yang landai atau dibangun lift.
" Biar nyaman. (Kalau sekarang), lihat ke bawah (dari koridor itu) bikin anyang-anyangan kalau orang Jawa bilang. Ngeri, sih," kata dia.
Lalu, bagaimana dengan tangga yag sudah terlanjur dibangun? Djoko tidak mempermasalahkan hal itu. Tangga tersebut bisa digunakan jika eskalator dan lift tidak bisa digunakan," kata dia.
" Tangga itu bisa digunakan dalam kondisi darurat," kata dia.(Sah)
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Berapa Lama Harus Bisa Plank Sesuai Usia? Ini Patokan untuk Usia 18 hingga 60 Tahun ke Atas

7 Makanan yang Sering Dianggap Tidak Sehat, Padahal Kaya Nutrisi

Ingin Meningkatkan Rasa Mencitai Diri Sendiri? Coba Ubah Cara Mengingat Masa Lalu

Tuban dan Canggu Ada di Jawa dan Bali, Mengapa Nama Tempatnya Bisa Sama?


