Sempat Terpeleset, Indeks Syariah Ditutup Menguat

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 17 Oktober 2019 16:55
Sempat Terpeleset, Indeks Syariah Ditutup Menguat
Tiga indeks syariah kompak menguat.

Dream - Indeks saham syariah berhasil bertahan di zona hijau meski sempat terpeleset di sesi perdagangan kedua. Sentimen laporan keuangan emiten dimanfaatkan investor untuk melakukan aksi spekulatif. 

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 17 Oktober 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 0,696 poin (0,37%) ke level 189,376.

ISSI memulai perdagangan dengan bergerak lemah di level 188,606 saat sesi pra-pembukaan. Laju ISSI juga masih belum perdana di sesi pembukaan saat melaju lemas di level 188,691.

Tanda-tanda aksi beli baru mulai terlihat semenit usai sesi perdagangan dimulai. ISSI yang bergerak menguat sepanjang sesi pertama sempat menyentuh level tertinggi di 189,622.

Penguatan juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini bergerak naik 3,745 poin (0,55%) ke level 683,246.

Sementara indeks JII70 menguat 1,090 poin (0,47%) ke level 232,478.

Sama seperti tiga indeks saham syariah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat meski sempat berkutat di zona negatif. IHSG ditutup menguat 11,422 poin (0,18%) ke level 6.181,014.

1 dari 5 halaman

Sektor Industri Lebih `Gurih`

Investor mulai bergerak membeli saham di sektor industri yang mengaut paling tinggi di antara indeks sektoral lainnya. Indeks sektor industri aneka meroket 3,39 persen sementara industri dasar 1,22 persen.

Kenaikan juga dialami indeks sektor pertanian sebesar 0,97 persen, manufaktur 0,52 persen, dan perdagangan 0,49 persen.

Sebaliknya Indeks sektor barang konsumsi terkoreksi 0,68 persen, pertambangan 0,53 persen, dan infrastruktur 0,27 persen.

Emiten berkode BRAM memimpin top gainer saham syariah usai mengaut Rp2.675 per saham. Saham-saham pencetak untung lainnya adalah INTP yang naik Rp475, ASII Rp250, ICBP Rp250, dan CPIN Rp175.

Sebaliknya, harga UNVR terkoreksi Rp850, DUTI Rp260, ITMG Rp225, CMNP Rp195, dan ISAT Rp130.

Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS. Mata uang Paman Sam melorot 8 poin (0,06%) ke level Rp14.163 pada 16.18.

2 dari 5 halaman

Perkasa di Awal Sesi, Indeks Syariah Loyo Jelang Penutupan?

Dream - Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tak kuasa menahan aksi jual jelang penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 16 Oktober 2019. Padahal ISSI memulai awal sesi dengan laju cukup perkasa.

Tekanan jual di sesi kedua perdagangan, membuat ISSI berbalik ke zona negatif hingga sesi penutupan. 

ISSI menutup perdagangan hari ini dengan melemah tipis 0,016 poin (0,01%) ke level 188,680. Di awal pembukaan, ISSI mengawali transaksi jual beli dengan melaju positif ke level 188,883.

Tren penguatan ISSI ini hanya berlangsung 1,5 jam. Tekanan jual yang terjadi membuat ISSI perlahan-lahan melaju ke zona negatif dan menutup perdagangan sesi pertama di zona merah.

 

 

Penguatan tak lagi terjadi sesi kedua perdagangan. ISSI hanya bergerak fluktuatif di zona merah dengan penguatan tipis. 

Berbeda dengan ISSI, dua indeks bluechips syariah berhasil menahan laju pelemahan. Jakarta Islamic Index (JII), naik tipis 0,062 poin (0,01%)ke 679,501. Sementara Indeks JII70 sedikit naik lebih tinggi sebesar 0,243 poin (0,10%) ke level 231,388.

Laju dua indeks bluechips syariah ini berjalan seiring dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat. IHSG naik 11,426 poin (0,19%) ke level 6.169,592.

3 dari 5 halaman

Rupiah Terangkat atau Tersungkur?

Dari sepuluh sektor pembentuk IHSG, ada lima yang terangkat, yaitu keuangan sebesar 0,62 persen, properti 0,57 persen, industri dasar 0,32 persen, manufaktur 0,13 persen, dan barang konsumsi 0,12 persen.

Sebaliknya, sektor pertambangan terkoreksi 0,68 persen, pertanian 0,46 persen, infrastruktur 0,43 persen, industri aneka 0,21 persen, dan perdagangan 0,06 persen.

Harga saham UNVR naik Rp850, KINO Rp280, INTP Rp275, SMGR Rp250, dan CMNP Rp200.

Sementara itu, yang menjadi top loser kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya terkoreksi Rp550, ITMG Rp325, TCPI Rp225, BTPS Rp220, dan AALI Rp100.

Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS. Pada 16.31, nilai tukar rupiahnya merangkak naik 14 poin (0,09%) ke level Rp14.152.

4 dari 5 halaman

Indeks Syariah Menanjak Meski Neraca Perdagangan Defisit

Dream - Indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) melesat jelang akhir perdagangan meski muncul sentimen negatif dari dalam negeri. Badan Pusat Statistik (BPS) diketahui telah merilis neraca perdagangan Indonesia pada September 2019 yang mencatat defisit US$160,5 juta.

Pelaku pasar cukup percaya diri melantai di bursa saham setelah mendengar sentimen positif dari meredanya perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok. Sentimen positif juga hadir dari tren penguatan jangka pendek. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Selasa, 15 Oktober 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), naik 0,674 poin (0,36%) ke level 188,696. ISSI terus menanjak setelah menguat di 187,974.

 

 

Laju ISSI sebetulnya tak mulus di awal sesi pembukaan. Beberapa kali indeks syariah ini terpeleset ke zona merah.

Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga tumbuh lebih tinggi sebesar 2,561 poin (0,38%) ke level 679,439.

Kenaikan juga dinikmati indeks JII70 terangkat 0,772 poin (0,33%) ke level 231,145.

Meski terseok-seok di awal sesi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga berhasil naik di sesi penutupan. Naik 31,289 poin (0,51%), IHSG naik  ke level 6.158,166.

5 dari 5 halaman

Indeks Industri Dasar dan Manufaktur Meroket

Sebagian besar indeks sektoral menguat. Investor ramai-ramai membeli saham industri dasar dan manufaktur. Hal ini membuat indeks sektor industri dasar meroket 2,81 dan manufaktur 1,07 persen.

Indeks sektor pertanian merosot 0,27 persen, pertambangan 0,21 persen, dan industri aneka 0,20 persen.

Emiten-emiten penghuni top gainer kali ini adalah INTP yang harga sahamnya melejit Rp650, SMGR Rp250, UNVR Rp250, ISAT Rp220, dan LPPF Rp220.

Sebaliknya, yang mendekam di posisi top loser adalah TCPI yang harganya terkoreksi Rp300, PDES Rp235, ICBP Rp225, DUTI Rp150, dan INCO Rp150.

Pada 16.30, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat. Kurs dolar AS turun tipis 7 poin (0,05%) ke level Rp14.132 per dolar AS.

Beri Komentar
Detik-detik Bom Bunuh Diri Meledak di Polrestabes Medan