Penjaja Makanan Di Malaysia (Sumber: Shutterstocks)
Dream – Afrika merupakan salah satu benua yang dihuni cukup banyak Muslim. Tetapi, potensi ini belum ditangkap oleh para pelaku industri halal dunia.
Potensi yang begitu besar itu membuat Malaysia terpikat. Untuk bisa masuk ke benua ini, Negeri Jiran tersebut menjalin kerja sama dengan Arab Saudi, yang nantinya akan bertindak sebagai perantara.
“ Ke depan, kami akan bekerja sama dengan Arab Saudi untuk menjadi pintu masuk kami ke Afrika,” kata CEO Halal Industry Development Corporation (HDC), Datuk Seri Jamil Bidin, di Kuala Lumpur, Malaysia, dilansir The Star, Selasa, 22 Agustus 2017.
Jamil mengatakan benua Afrika memiliki jumlah penduduk 1,22 miliar, 200 juta di antaranya adalah pemeluk Islam. Sayangnya, pasar ini belum terjamah karena terganjal beberapa masalah, termasuk logistik.
“ Inilah mengapa selama kunjungan Raja Arab, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, Malaysia telah berdiskusi agar Arab Saudi menjadi pintu masuk ke Timur Tengah serta kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
Jamil mengatakan bulan depan dia akan terbang ke Arab Saudi untuk membahas kerja sama ini. Selain soal penggarapan pasar Afrika, Malaysia dan Arab Saudi juga bekerja sama mengembangkan industri halal.
“ Di samping dengan Arab Saudi, kami juga akan bekerja sama dengan Jepang untuk mengembangkan industri halal di sana,” kata dia.
Advertisement

Persahabatan yang Kuat Bisa Memperkuat Kesehatan Mental dan Fisik Milik Seseorang

Fakta di Balik Kemampuan Orang Bajo Melihat Lebih Jelas saat Berada di Bawah Air

Cara Menghindari Kelelahan Mengambil Keputusan yang Kita Lakukan

Cara Agar Anak Tidak Tumbuh Menjadi Pribadi yang Manja dan Menyebalkan

Beda Tenis, Padel, dan Squash: Mengenal Tiga Olahraga Raket yang Sering Tertukar

Buang bin Muhammad Ali alias Ali Wallace, Asisten Alfred Russel Wallace yang Terlupakan
