Mandiri Syariah Incar KPR Syariah Tumbuh 10 Persen

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 26 Agustus 2019 13:42
Mandiri Syariah Incar KPR Syariah Tumbuh 10 Persen
Bank syariah ini menggandeng para pengembang properti besar untuk menggenjot pembiayaan rumah.

Dream – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) membukukan pembiayaan perumahan syariah, Griya Berkah, sebesar Rp10,4 triliun pada Juni 2019. Angkanya tumbuh 7,71 persen dari Juni 2018.

Bank syariah ini membidik penyaluran KPR syariah tumbuh 10 persen pada tahun 2019.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Mandiri Syariah adalah menggandeng developer-developer besar. Seperti PT Metropolitan Land Tbk (Metland). Kerja sama ini bertujuan untuk menghadirkan opsi KPR syariah kepada masyarakat.

“ Kerja sama dengan developer besar diantaranya Metland, Jaya Property, Sinarmas, Ciputra dan lain-lain merupakan salah satu upaya kami dalam memudahkan masyarakat memiliki rumah hunian,” kata Direktur Finance Strategy and Treasury Mandiri Syariah, Ade Cahyo Nugroho, dalam Urban City Fun Bike di Metropolitan Mall Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 26 Agustus 2019.

Cahyo mengatakan, Mandiri Syariah ingin membuka akses bagi masyarakat yang memerlukan produk layanan syariah, termasuk kepemilikan rumah. Sebagian masyarakat belum mengetahui bahwa Mandiri Syariah mempunyai produk pembiayaan rumah, yaitu Griya Berkah.

“ Untuk mengenalkannya, kami gencar menyelenggarakan sosialisasi salah satunya melalui event seperti ini,” kata dia.

Group Head Consumer Financing Mandiri Syariah, Praka Mulia Agung, menambahkan Griya Berkah dapat diakses masyarakat di seluruh outlet Mandiri Syariah di Indonesia.

“ Dengan nilai pembiayaan maksimal Rp5 miliar untuk rumah tapak (landed house) dan apartemen, pembiayaan ini dapat digunakan untuk pembelian maupun take over,” kata dia.

1 dari 7 halaman

Tebar Promo

Dalam rangka menyambut kemerdekaan RI, Mandiri Syariah meluncurkan program promo Panjat Pinang Griya Berkah. Nasabah akan mendapatkan angsuran ringan mulai 6,74 persen, diskon premi asuransi jiwa sebesar 17 persen, dan diskon biaya admin sebesar 45 persen. Periode berlaku selama bulan Agustus-September 2019.

" Kami optimis, kebutuhan memiliki rumah akan selalu ada. Terutama dengan maraknya developer mengusung konsep berbasis transit-oriented development (TOD) atau hunian perkotaan yang terintegrasi jaringan transportasi publik, tentunya akan semakin menjadi daya tarik bagi masyarakat,” kata Praka.

Sementara itu Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Nitik Hening menyambut baik dukungan dan kerjasama Mandiri Syariah.

" Dengan adanya Griya Berkah Mandiri Syariah tentunya memudahkan customer/pembeli kami yang menginginkan pembelian rumah dengan skim syariah,” kata Nitik. (ism)

2 dari 7 halaman

Mandiri Syariah Kembali Ditunjuk Jadi Agen Sukuk Tabungan ST005

Dream - PT Bank Syariah Mandiri kembali dipercaya Kementerian Keuangan untuk menjadi mitra distribusi penjualan Sukuk Tabungan Seri ST005 Tahun 2019. Sejak dua tahun terakhir Mandiri Syariah mengaku banyak menerima pemesanan produk investasi baru itu dari generasi milenial

Untuk diketahui ST005 adalah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dalam bentuk tabungan investasi yang ditawarkan pemerintah kepada WNI perseorangan.

Mengutip keterangan tertulis Mandiri Syariah, proses penawaran (book building) ST005 telah berlangsung sejak kemarin, (Kamis, 8 Agustus 2019), hingga 21 Agustus 2019.

Produk investasi ST005 ini memiliki tenor dua tahun dengan nominal per unit Rp1 juta. Sahabat Dream yang ingin memiliki produk investasi baru ini bisa memesan minimal Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar.

Sukuk ST005 menggunakan margin floating dan akan disampaikan Pemerintah sebelum tanggal berlakunya periode ST005.

Nasabah dapat melakukan pemesanan ST005 melalui Mandiri Syariah Netbanking yang terhubung dengan sistem e-SBN Kementerian Keuangan.

Sebelum melakukan booking, nasabah akan memperoleh Single Investor Identity (SID) dan Sub Rekening Efek (SRE) melalui email. Kemudian nasabah memasukkan SID dan SRE untuk pemesanan lebih lanjut melalui Netbanking.

‘’Setelah proses booking melalui Net Banking, nasabah dapat melakukan pembayaran baik melalui ATM, Mandiri Syariah Mobile dan Mandiri Syariah Netbanking. Atau juga pembayaran melalui teller di kantor cabang kami,’’ kata Senior Executive Vice President Distribution and Services Mandiri Syariah, Anton Sukarna, di Jakarta.

3 dari 7 halaman

Cara Memesan dan Mencairkan ST005

Anton mengatakan nasabah yang belum memiliki aplikasi Mandiri Syariah Netbanking dapat melakukan booking dengan mendatangi outlet terdekat. Petugas customer service akan membantu pemesanan dan memberikan link url untuk proses lebih lanjut.

Dia mengatakan ST005 ini tidak dapat diperdagangkan (non tradable) dan dialihkan serta memiliki fasilitas early redemption yaitu fasilitas yang diberikan kepada investor untuk mencairkan kepemilikan Sukuk Tabungan sebelum masa jatuh tempo sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Investor dapat mencairkan sukuk tabungannya satu kali dengan besaran maksimal 50 persen dari total nilai sukuk pada bulan ke-12.

“ Saat ini telah banyak masyarakat yang paham dan memilih sukuk sebagai salah satu jenis investasi yang layak dimiliki. Kami berharap dapat mendistribusikan ST005 kepada nasabah sebanyak mungkin. Terlebih, metode booking ST005 dapat dilakukan sendiri oleh nasabah melalui net banking,’’ kata dia.

 

4 dari 7 halaman

Mayoritas Pembeli dari Generasi Milenial

Anton mengatakan Mandiri Syariah pernah menjadi mitra distribusi penjualan ST003 dan ST004 secara online dengan total nilai penjualan sekitar Rp450 miliar dengan porsi pembeli terbesar dari kalangan millenial.

Penunjukkan Mandiri Syariah sebagai mitra distribusi ST005 semakin meningkatkan corporate image Mandiri Syariah sebagai bank syariah terbesar yang mendukung dan berperan serta dalam program Pemerintah khususnya industri keuangan syariah.

5 dari 7 halaman

Laba Bersih Melesat 111%, Aset Mandiri Syariah Tembus Rp100 Triliun

Dream - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) mencatat kinerja mengesankan di paruh pertama 2019. Laba bersih anak usaha PT Bank Mandiri Tbk ini meroket 111,08 persen menjadi Rp551 miliar. 

Pada periode yang sama setahun lalu, Syariah Mandiri membukukan keuntungan sebesar Rp261 miliar.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 8 Agustus 2019, Direktur Utama Mandiri Syariah, Toni E. B. Subari, mengatakan kenaikan laba tersebut didapat dari pendapatan bank, efisiensi, dan kualitas pembiayaan yang terjaga.

Pendapatan bersih Syariah Mandiri pada kuartal II-2019 dilaporkan mencapai Rp3,25 triliun, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,87 triliun. Sementara penyaluran pembiayaan perusahaan tumbuh 14,58 persen menjadi Rp71,47 triliun.

Peningkatan pembiayaan tersebut membuat pendapatan margin dan bagi hasil bank turut meningkat.

Kontribusi terbesar bisnis pembiayaan Syariah Mandiri berasal dari segmen konsumer yang mencatatkan pertumbuhan 26,12 persen (yoy) menjadi Rp30,01 triliun.

Saat ini, Mandiri Syariah memang tengah gencar mensosialisasikan produk pembiayaan kepemilikan rumah (Griya Berkah), mobil (Kendaraan Berkah), Cicil Emas, Gadai Emas dan juga pembiayaan untuk usaha, pegawai dan pensiun.

Pertumbuhan pembiayaan juga disertai perbaikan kualitas yang tercermin dari NPF Nett yang turun menjadi 1,21 persen dari semula 2,75 persen. Sementara, NPF Gross turun dari 3,97 persen menjadi 2,89 persen.

6 dari 7 halaman

Aset Tumbuh karena Dana Murah

Prestasi juga ditorehkan Mandiri Syariah dalam hal pengelolaan aset. Hingga akhir Juni 2019, aset perusahaan telah menembus angka lebih dari Rp100 triliun. Angka ini merupakan pencapaian tertinggi bank syariah di Indonesia.

Direktur Finance, Strategy and Treasury Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho, mengatakan pertumbuhan aset Mandiri Syariah dipengaruhi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) khususnya Tabungan yang bisa secara konsisten tumbuh sebesar 14,45 persen secara yoy menjadi sebesar Rp36,33 triliun.

Hal ini juga berdampak terhadap perbaikan komposisi Low Cost Fund menjadi 54,28 persen dibandingkan total DPK.

Naiknya pendapatan Margin Bagi Hasil, Fee Based Income (FBI), pengendalian biaya overhead serta perbaikan kualitas pembiayaan juga memberikan kontribusi pada peningkatan laba Perusahaan.

" Insya Allah, kami akan senantiasa berinovasi untuk memberikan kemudahan transaksi bagi semua kebutuhan nasabah," tambah Toni.

7 dari 7 halaman

Digital Banking Jadi Fokus Perhatian

Sementara itu Toni menjelaskan Mandiri Syariah sejak dua tahun terakhir berusaha fokus pada pengembangan digital banking terutama perluasan fitur layanan Mandiri Syariah Mobile.

‘’Kami mendesain aplikasi Mandiri Syariah Mobile bukan sekadar layanan perbankan tapi juga memenuhi kebutuhan ibadah umat Islam," kata dia di Jakarta.

Fitur-fiturnya seperti waktu shalat, lokasi masjid terdekat, arah kiblat serta fitur pembayaran zakat, sedekah dan wakaf. Fitur tersebut, kata Toni, sangat khas bank syariah.

Perluasan fitur digital berdampak pada peningkatan pendapatan berbasis fee (Fee Based Income/FBI) yang naik 26,20 persen dari Rp514 miliar per Triwulan II 2018 menjadi Rp649 miliar triwulan II 2019.

Peningkatan FBI tersebut didorong meningkatnya transaksi di e-channel termasuk melalui Mandiri Syariah Mobile. Anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (Persero) terus meningkatkan fitur biller, payment, serta menjalin kolaborasi dengan e-commerce untuk memudahkan nasabah bertransaksi melalui Mandiri Syariah Mobile.(Sah)

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup