Perusahaan Yang Diincar Milenial Untuk Berkerja
Dream - Millenial memiliki preferensi bekerja pada perusahaan yang memiliki ketaatan lingkungan dan memiliki program sosial.
Hal tersebut terungkap dalam kajian Dr. R. Artsanti Alif dalam promosi doktoralnya di Universitas Brawijaya, Malang, Sabtu 28 Juni 2019.
" Dari hasil kajian terlihat millenial yang terpapar media cukup tinggi cenderung memilih bekerja pada perusahaan yang memiliki track record positif terhadap isu lingkungan dan juga pelaksanaan tanggungjawab sosialnya," ujar Dr. R. Artsanti setelah promosi doktoralnya.
Temuan ini, sambung dia, menarik bahwa preferensi millenial terhadap pekerjaan tidak hanya berfokus pada gaji semata tetapi terlebih pada citra positif perusahaan.

Kajian tersebut menurut Dr. Artsanti merupakan sebuah trend positif dalam mendorong pelibatan sektor swasta dalam mendorong pembangunan keberlanjutan.
Dorongan preferensi calon sumber daya manusia yang potensial penting harapannya dapat mendorong transformasi di sektor bisnis untuk memperhatikan ketaatan terhadap isu lingkungan dan kepedulian terhadap masyarakat di sekitar unit usaha.
“ Komitmen perusahaan untuk melaksanakan Triple Bottom Line menjadi kunci utama dalam terbangunnya perspesi pada millenial,” ujar Dr. Artsanti yang juga menjabat sebagai Head of Social Investment PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA).
Pencapaian kinerja dalam aspek finansial (profit), keataatan terhadap kebijakan lingkungan (Planet), dan pengelolaan SDM serta perhatian terhadap masyarakat sekitar (People) menjadi kunci utama bagi perusahaan untuk membangun reputasinya tersebut.
Dr. Artsanti juga menambahkan selain kinerja yang baik, reputasi tersebut hanya bisa diwujudkan apabila didukung dengan publikasi yang cukup baik. Hal tersebut diungkapkannya berdasar data temuannya bahwa millenial yang terpapar publikasi positif lebih memiliki preferensi yang lebih tinggi.
“ Millenial yang memiliki tingkat melek media lebih tinggi juga memiliki preferensi lebih tinggi terhadap perusahaan dengan kinerja triple bottom line yang baik,” jelas Dr. R. Artsanti.
Hal tersebut terlihat dari hasil uji one way annova pada kelompok millenial yang terpapar publikasi memiliki preferensi lebih tinggi dibandingkan pada kelompok kontrol yang tidak terpapar publikasi.
Kajian yang dibuat Dr. Artsanti Alif tersebut merupakan kajian menarik tidak hanya melihat dari perspektif millenial yang jarang dikaji.
Tetapi lebih lanjut merupakan sebuah pendekatan menarik untuk melihat sejauhmana sektor industri dapat bekontribusi dalam pembangunan berkelanjutan melalui peningkatan kinerja triple bottom line.

" Kajian ini menjadi menarik untuk melihat perspeektif millenial yang jarang menjadi fokus kajian, Hal lainnya melihat pendekatan Triple Bottom Line sebagai upaya untuk mendorong partisipasi perusahaan mendukung pembangunan berkelanjutan,” kata ujar Prof. Dr. Ir. Soemarno., MS, Guru Besar Universitas Brawijaya Malang.
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global