Dream - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan adanya tiga isu penting dalam sebulan terakhir yang memengaruhi tidak hanya pasar saham Indonesia, tetapi mayoritas pasar saham di dunia karena menurunnya ekspektasi investasi global.
Pertama, adanya spekulasi kenaikan suku bunga acuan The Fed yang mendorong adanya penarikan dana para investor asing. Kedua, tren penurunan harga minyak mentah dunia.
" Harga energi yang rendah berimplikasi terhadap turunnya harga komoditas dunia lainnya dan menekan penerimaan fiskal negara," tulis keterangan pers BEI, Kamis, 27 Agustus 2015.
Ketiga, tekanan ekonomi global khususnya dari emerging countries. Risiko perlambatan ekonomi China menjadi sinyal perlambatan ekonomi dunia.
Ketiga isu ini yang kemudian menekan mayoritas pasar saham global pada pekan ini (periode 19-26 Agustus 2015). Pasar saham China, Shanghai mengalami penurunan paling dalam yaitu 22,85 persen. Sementara IHSG mengalami penurunan 5,5 persen.
Tidak hanya itu, pasar saham Amerika Serikat pun juga mengalami penurunan sebesar 9,7 persen, Jepang 9,13 persen, dan Hong Kong sebesar 9,01 persen.
Beberapa pasar saham yang mengalami penurunan lebih rendah dibandingkan Indonesia antara lain, Brasil yang penurunannya sebesar 4,39 persen, Thailand sebesar 4,28 persen, Australia 3,73 persen, dan Malaysia yang hanya tertekan 0,13 persen.