Karyawan Berusia Di Bawah 45 Tahun Disebut-sebut Bisa Bekerja Selama Pandemi Corona. (Foto: Shutterstock)
Dream – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angkatan kerja yang berusia produktif mencapai 130 juta. Tim Pakar Ekonomi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Beti Yulianita Gitaharie mengatakan angkatan kerja produktif dianggap memiliki imunitas lebih baik karena usianya masih di bawah 45 tahun.
Angkatan kerja ini diharapkan masih bisa berkontribusi pada perekonomian secara.
Namun, mereka tetap harus sehat dan menjaga kesehatan agar bisa bekerja seperti biasa.
" Mereka diharapkan masih bisa berkontribusi pada perekonomian," kata Beti dalam Talkshow bertajuk 'Update Tim Pakar: Penanganan Covid-19 - Respon dan Transformasi', di Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa 12 Mei 2002.
Korban meninggal akibat virus corona didominasi oleh orang lanjut usia. Mereka yang usianya di atas 45 tahun lebih rentan terjangkit berpotensi meninggal jika memiliki penyakit penyerta.
Namun, Beti menilai mereka yang bekerja di tengah pandemi Covid-19 hanya beberapa sektor yang masih diperbolehkan dalam aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Di antaranya, bidang kesehatan, bahan pangan, makanan dan minuman, energi, komunikasi, teknologi.
Lalu pekerja yang bertugas di sektor keuangan, logistik, konstruksi dan industri strategis, pelayanan dan utilitas publik. Termasuk industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional atau objek tertentu dan sektor swasta yang melayani kebutuhan sehari-hari.
Pekerja yang usianya di bawah 45 tahun boleh tetap bekerja. " Jadi rasanya terkait bidang-bidang itulah yang berusia kurang dari 45 tahun bisa bekerja," kata dia.
Selain itu Beti mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin dalam kesehatan dan pencegahan Covid-19. Apalagi menjelang hari raya Idul Fitri diimbau untuk tidak mudik.
" Saya menghimbau kepada masyarakat, mari kita menahan diri untuk tidak mudik," kata Beti.
Di era teknologi ini, silaturahmi bisa dilakukan melalui teknologi. Melalui video call atau program meeting lain. Beti menambahkan dampak lain pandemi Covid-19 ini menuntut manusia untuk lebih pintar dan tak berhenti dalam melakukan inovasi.
" Akhirnya kita (dituntut) berinovasi dan berkreasi dalam situasi yang kurang menguntungkan," kata Beti.
(Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres

Seluruh Sektor Kompak Menguat, IHSG Tancap Gas di Penutupan Sesi I

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan


Berapa Lama Harus Bisa Plank Sesuai Usia? Ini Patokan untuk Usia 18 hingga 60 Tahun ke Atas

7 Makanan yang Sering Dianggap Tidak Sehat, Padahal Kaya Nutrisi

Ingin Meningkatkan Rasa Mencitai Diri Sendiri? Coba Ubah Cara Mengingat Masa Lalu

Tuban dan Canggu Ada di Jawa dan Bali, Mengapa Nama Tempatnya Bisa Sama?

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Bahlil Lahadalia: Dulu Sopir Angkot, Kini Setir Dua Pos Menteri