Kini, Peralatan Dapur Juga Diserbu Jamur. (Foto: World Of Buzz)
Dream – Efek lockdown bagi pelaku usaha tak hanya hilangnya pemasukan selama masyarakat mengurung diri di rumah. Banyak toko yang harus kehilangan aset barang dagangan mereka karena tak beroperasi selama dua bulan.
Kemalangan inilah yang dialami pemilik usaha di Malaysia yang juga memberlakukan kebijakan mirip lockdown demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Sejak 18 Maret 2020 lalu, sebagian besar area publik seperti mal dan pertokoan harus tutup sementara sesuai aturan pemerintah.
Saat ini Malaysia mulai melonggarkan kebijakan lockdown dengan membolehkan mal dan pertokoan kembali berjualan.
Keluarnya kebijakan pelonggaran itu membuat pedagang menemukan fakta mengejutkan dari dalam toko mereka. Setelah kursi dan lantai bioskop dipenuhi jamur, sekarang para pebisnis alat dapur berbahan dasar kayu menghadapi masalah serupa.
Mereka harus bersiap menghadapi kerugian baru lantaran produknya ikut dipenuhi jamur.
Dilansir dari World of Buzz, Rabu 13 Mei 2020, salah seorang pembelanja lokal yang sedang berkeliling untuk mencari keperluan rumah tangga dalam mempersiapkan hari raya, tak sengaja menemukan pemandangan yang kurang enak dilihat.
Saat World of Buzz menghubungi pembelanja yang tidak disebutkan namanya tersebut, ia memberi tahu bahwa salah satu toko alat dapur di daerah Klang, Malaysia, menjual peralatan yang dipenuhi jamur akibat lockdown.
Dari foto yang ia bagikan, terlihat sendok kayu tersebut dilapisi dengan warna hijau dan putih pada bagian permukaannya. Seperti yang terlihat, dalam gantungan sendok kayu tersebut, tidak ada sendok yang selamat dari lahapan jamur, bahkan sendok kayu yang berada di bagian belakang pun juga sudah menunjukan pertumbuhan jamur.
Netizen yang membagikan foto tersebut mengatakan, seharusnya staf yang bekerja di toko tersebut lebih memperhatikan produk yang mereka jual terutama disaat kondisi seperti sekarang.
Salah satunya seperti membersihkan dan memberi didesinfektan para produk secara menyeluruh sebelum membuka kembali bisnis mereka, sehingga hal seperti ini tidak terjadi.
Dream – Setelah hampir dua bulan, Malaysia memberlakukan kebijakan lockdown demi memutus mata rantai penyebaran virus corona.
Sejak 18 Maret 2020 lalu, sebagian besar area publik seperti mall, department store, pertokoan, dan bioskop ikut tutup mengikuti aturan pemerintah.
Setelah aturan lockdown Malaysia diperlonggar oleh pemerintah baru-baru ini, kamu mungkin telah melihat beberapa foto-foto sepatu kulit dan tas di mal Malaysia yang tengah beredar di berbagai sosial media.
![]()
Setelah beberapa bulan dibiarkan tanpa pengawasan, barang-barang tersebut kian tertutup dengan jamur yang menjijikan akibat pemberlakuan lockdown di Malaysia.
Dengan keadaan ruangan yang lembab tanpa ada sirkulasi udara, jamur dengan mudahnya tumbuh di permukaan ruangan. Salah satunya di ruangan bioskop.
Kali ini, beredar lagi sebuah foto di sosial media yang menunjukan pemandangan mengerikan dengan banyaknya jamur berwarna putih yang kian menutupi kursi dan karpet salah satu bioskop di Malaysia.
Dilansir dari World of Buzz, Senin 12 Mei 202, tidak diketahui lokasi tepatnya lokasi bioskop tersebut. Menurut China Press, para warganet berspekulasi, bioskop berjamur tersebut berada di Ipoh, Perak, Malaysia.
Sebetulnya, tidak penting posisi bioskop ini berada karena seperti yang diketahui seluruh bioskop di Malaysia telah ditutup sejak pemberlakuan lockdown. Dapat ditarik kesimpulan, nyaris seluruh bioskop di Malaysia memiliki keadaan yang sama.
Jamur dapat tumbuh di lingkungan yang lembab dan di kain suede seperti tempat duduk bioskop. Kombinasi keduanya merupakan tempat ideal bagi jamur untuk tumbuh dan berkembang biak.
Bagi kesehatan manusia, fenomena ini merupakan hal serius. Pihak pengelola bioskop harus benar-benar melakukan pembersihan secara menyeluruh apabila ingin membuka kembali bisnis bioskop mereka. Jamur sebanyak ini berpengaruh buruk pada kesehatan pernafasan manusia.
Penyakit-penyakit yang dapat disebabkan oleh jamur menurut WebMD antara lain iritasi mata, kulit, hidung, tenggorokan dan paru-paru. Untuk beberapa orang yang memiliki alergi dan sensitif, jamur membuat alergi parah yang menyebabkan bersin, pilek, mata memerah, ruam kulit dan serangan asma.
Setelah pemerintah Malaysia memperlonggar kebijakan lockdown dan bisnis bioskop mulai beroperasi lagi, pihak pengelola bioskop diharapkan dapat dengan serius menangani masalah jamur tersebut dan membuat para pelanggan merasa nyaman.
Dream – Sudah lebih dari dua bulan Malaysia memberlakukan lockdown atau karantina wilayah, di mana seluruh pertokoan, tempat hiburan, mall dan tempat sejenisnya ditutup. Warga Malaysia pun dilarang untuk keluar rumah.
Dengan kebijakan karantina wilayah yang baru dikeluarkan oleh pemerintah Malaysia, sebagian masyarakat mulai kembali bekerja seperti keadaan normal. Pertokoan dan mall pun telah membuka gerainya.
Terlepas dari kenyataan bahwa pertokoan dapat melakukan bisnisnya lagi, ketidakaktifan dua bulan lalu jelas telah merugikan beberapa produk bisnis mereka.
Dikutip dari World of Buzz, Senin 11 Mei 2020, baru-baru ini, seorang netizen mengunggah sebuah produk bisnis dari mal lokal yang diduga berlokasi di Sabah, sesaat setelah para karyawan mal kembali bekerja.
Dalam unggahannya tersebut, terlihat bahwa jamur sudah mulai tumbuh di seluruh produk kulit yang berada di dalam mall.

Produk yang berjamur tersebut antara lain sepatu, tas, ikat pinggang dompet dan produk lainnya. Lapisan kulit terluar produk-produk tersebut terah berubah warna dan bergelombang karena dipenuhi dengan jamur. Ini membuat barang dagangan di mall tersebut benar-benar hancur.
Menariknya, barang-barang yang terkena jamur tersebut bukanlah barang abal-abal, melainkan barang dengan harga yang cukup mahal dengan nama brand terkenal.

Dalam salah satu postingan netizen tersebut, terlihat label harga tas yang menunjukan 679 ringgit (Rp2 juta). Harga yang cukup mahal bukan?

Meskipun belum jelas alasan dibalik terjadinya pertumbuhan jamur pada produk-produk mahal ini, beberapa orang berspekulasi bahwa kelembaban mungkin telah mengumpul di udara mal.

Setelah pendingin ruangan dimatikan selama lebih dari dua bulan dan kurangnya perawatan sebelum ditinggalkan, jamur-jamur tersebut tumbuh pada produk di mall.
Advertisement
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres

Seluruh Sektor Kompak Menguat, IHSG Tancap Gas di Penutupan Sesi I

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan


Berapa Lama Harus Bisa Plank Sesuai Usia? Ini Patokan untuk Usia 18 hingga 60 Tahun ke Atas

7 Makanan yang Sering Dianggap Tidak Sehat, Padahal Kaya Nutrisi

Ingin Meningkatkan Rasa Mencitai Diri Sendiri? Coba Ubah Cara Mengingat Masa Lalu

Tuban dan Canggu Ada di Jawa dan Bali, Mengapa Nama Tempatnya Bisa Sama?

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Bahlil Lahadalia: Dulu Sopir Angkot, Kini Setir Dua Pos Menteri