Wajib Tahu! Hal Ini yang Masih Hantui Ekonomi Indonesia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 27 April 2016 08:44
Wajib Tahu! Hal Ini yang Masih Hantui Ekonomi Indonesia
Indonesia masih menghadapi tantangan ekonomi dari luar dan dalam.

Dream - Indonesia masih mengalami tantangan ekonomi pada tahun 2016. Salah satunya adalah pelemahan pertumbuhan ekonomi global.

" Tantangan yang kami hadapi pada 2016 tetap perlu diwaspadai baik dari sisi global. Pertama, ada pelemahan pertumbuhan ekonomi global," kata Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, Juda Agung, kepada wartawan di Bank Indonesia, Jakarta, Selasa 26 April 2016.

Juda mengatakan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) bahkan sudah merevisi pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini dari 3,4 persen menjadi 3,2 persen. Revisi ini didorong oleh terjadinya pelemahan ekonomi di negara berkembang dan Jepang.

" Faktor yang kedua adalah ketidakpastian di Tiongkok, baik dari pertumbuhan ekonomi maupun pasar keuangannya," kata dia.

Faktor yang ketiga, lanjut Juda, adalah pelemahan harga komoditas diprediksi masih terjadi. BI memprediksi tahun ini ada penurunan harga komoditas sebesar 10-11 persen. Namun, seiring mulai membaiknya harga sebagian komoditas, membuat bank sedikit merevisi prediksi penurunan harga komoditas.

" Membaik terutama harga komoditas CPO (crude palm oil) dan barang logam, seperti timah dan juga komoditas logam lain," kata dia.

Selain faktor global, Juda mengatakan masih ada tekanan domestik terhadap perekonomian Indonesia, yaitu tingginya nilai tukar rupiah, turunnya keyakinan pelaku ekonomi, dan meningkatnya risiko di sektor korporasi.

" Apabila tidak dikelola secara baik, kondisi ini dapat berakibat pada meningkatnya ketidakstbilan ekonomi dan terus melemahnya pertumbuhan ekonomi," kata dia.

Selanjutnya, Juda mengatakan bank sentral ini akan memperkuat bauran kebijakan yang diarahkan kepada dua hal, yaitu menjaga stabilitas makro ekonomi dan keuangan serta memanfaatkan ruang kebijakan moneter dan makroprudensial secara hati-hati. Dengan begitu, BI akn melonggarkan moneter secara hati-hati dan pemerintah mendorong perekonomian dari sisi fiskal.

" Ke depannya, diharapkan ekonomi semakin baik," kata dia.

Beri Komentar