Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Ilustrasi
Dream - Meramal dengan melihat garis tangan kini banyak dilakukan di tengah masyarakat. Banyak orang percaya bahwa nasib, jodoh, peruntungan, kesialan atau bahkan masa depan dapat dilihat dari garis tangan. Lalu bagaimana menurut pandangan Islam?
BACA JUGA : Apa Zodiak Yang Cocok Dengan Aries
Dalam Islam, tentu saja hal ini tak dibenarkan. Menurut pandangan Islam, garis tangan tak ada kaitannya dengan nasib, jodoh, kesialan, atau masa depan seseorang.
Jikalau ada manusia yang mengaku bisa membacanya, ketahuilah bahwa manusia itu sedang melakukan dusta.
Tindakan ini dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah ‘arrafah. Secara aqidah, perbuatan seperti ini tidak akan pernah dibenarkan, lantaran nasib dan takdir setiap orang, mutlak ada di sisi Allah.
Tak ada manusia pun yang mengetahuinya, karena itu merupakan hal ghaib serta menjadi rahasia Allah SWT.
Lalu, mengapa ramalan-ramalan itu terkadang benar sesuai dengan gambaran diri?
Sederhananya, setan yang terkutuk itu mengunjungi langit guna mencuri dengar tentang perintah-perintah Allah atas apa yang akan terjadi di masa depan.
Namun setan tidak pernah bisa melakukannya, mereka hanya langsung dilempar dengan api yang panas. Akibatnya, mereka tidak pernah mendapat informasi yang valid, kecuali menduga-duga atau hanya sepotong-sepotong.
" Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (nya),dan Kami menjaganya dari tiap-tiap setan yang terkutuk,kecuali setan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang." (QS. Al-Hijr: 16-18)
Lalu asumsi versi setan itu disampaikan kepada dukun dan penggemar ilmu gaib lainnya. Tentu saja kena tarif, tidak gratis, harus ada timbal baliknya.
Bentuknya bukan uang karena setan tak makan uang. Setan hanya meminta satu hal, yakni menemaninya di dalam neraka untuk sama-sama diazab.
Sebab setan sudah dipastikan masuk neraka. Tidak ada hal yang bisa meringankannya, kecuali mencari teman yang bisa diajak senasib, sama-sama dibakar di dalam neraka.
(Ism, Sumber: bersamadakwah.net)
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?

Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
