Karena Perusahaan Ini, Balsam Indonesia Tenar di Saudi

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 13 Desember 2017 12:51
Karena Perusahaan Ini, Balsam Indonesia Tenar di Saudi
Perusahaan tersebut mendapat penghargaan dari pemerintah Indonesia.

Dream - Importir produk Indonesia untuk Arab Saudi, Mizanain Marketing and Trading mendapatkan penghargaan Duta Niaga Award dari KJRI Jeddah. Mizanain merupakan importir yang mengenalkan balsam khas Indonesia semisal Balsem Cap Lang dan Balsem Gosok Geliga ke konsumen Arab Saudi.

Selain memberikan penghargaan, KJRI Jeddah juga menyampaikan piala Primaduta yang diserahkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat Trade Expo Indonesia ke 32 di BSD, Serpong, Tangerang pada 11 Oktober 2017.

Perusahaan importir Arab Saudi yang mendapatkan penganugerahan Primaduta yaitu Abdul Latif Jamil untuk kategori Industri Manufactur dan Said Bawazer Trading Company (SBTC) untuk kategori Industri makanan dan minuman.

" Acara penganugerahan Primaduta dan Duta Niaga menjadi tradisi KJRI Jeddah untuk mengapresiasi dan meningkatkan jalinan kerjasama ekonomi dan perdagangan kedua negara," kata Konsul Jenderal RI Jeddah, M Hery Saripudin, melalui keterangan resmi kepada Dream, Selasa, 13 Desember 2017.

 Penghargaan dari KJRI Jeddah

Sementara itu Vice Chairman Jeddah Chamber of Commerce and Industry, Ziyad Basal al Basam mengapresiasi penghargaan tersebut. Ziyad ingin kerja sama Indonesia-Arab Saudi tidak hanya sebatas ekonomi dan perdagangan semata.

" Namun hubungan di berbagai sektor baik investasi, pariwisata, dan sektor-sektor lainnya," ucap Ziyad.

Berdasarakan data Statistik Perdagangan Kementerian Perdagangan, total perdagangan Indonesia-Arab Saudi selama periode Januari hingga September 2017 mencapai US$ 3,33 miliar, setara Rp44 triliun, atau mengalami kenaikan 9,64 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016 yang mencapai US$ 3,04 miliar, setara Rp 41 triliun.

Kepala ITPC Jeddah Gunawan mengatakan ekspor non-migas ke Arab Saudi sampai September 2017 tercatat sebesar US$ 1,079 miliar, atau setara Rp14,6 triliun. Naik sebesar 5,58 persen dibandingkan perionde yang sama pada 2016 yang bernilai US$ 1,022 miliar, setara Rp13,8 triliun.

Total ekspor non-migas Indonesia ini hanya mensupplai kebutuhan 12,80 persen total import Arab Saudi pada periode yang sama pada September 2017.

 

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak