Direktorat Syariah Dibentuk Tahun Ini

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 16 Februari 2017 12:28
Direktorat Syariah Dibentuk Tahun Ini
LPDB menunggu keputusan dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Dream - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB KUKM) akan membentuk direktorat syariah. Rencananya, direktorat yang akan menangani pengajuan pembiayaan syariah tersebut terbentuk tahun ini.
 
Direktur Utama LPDB KUKM, Kemas Danial, mengaku telah mempresentasikan rencana tersebut kepada Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur. Keputusan pembentukan direktorat syariah LPDB KUKM akan dirilis akhir bulan ini, sehingga operasionalnya segera dilakukan. 
 
" Menpan mengatakan tidak ada hal-hal yang mengganggu sehingga akhir bulan ini mereka sudah membuat surat balasan kepada Menteri Koperasi dan UKM (A. A. G. N Puspayoga) untuk segera direktorat syariah itu dibentuk," kata Kemas sebagaimana dikutip Dream dari keterangan tertulis, Kamis 16 Februari 2017.
 
Dia menjelaskan, pembentukan direktorat syariah ini sesuai saran dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Lembaga audit keuangan pemerintah itu menyarankan penyaluran dana dengan pola syariah dan konvensional dipisahkan. 
 
" Kemudian, diposisikan SDM-nya sehingga direktorat syariah ini bisa kita pisahkan dengan konvensional," kata Kemas. 
 
Sejak 2008 hingga 31 Desember 2016, LPDB KUK telah menyalurkan dana bergulir kepada KUKM sebesar Rp8,08 triliun. Dana disalurkan kepada 965.685 UMKM melalui 4.251 mitra di seluruh Indonesia. Sedangkan pada 2016, dana bergulir mampu terserap 100,55 persen dari total target penyaluran Rp1 triliun.

LPDB ini telah membukukan pendapatan Rp205,43 miliar atau 130,02 persen pada 2016. Realisasi pendapatan tersebut bersumber dari pendapatan jasa layanan dana bergulir sebanyak Rp142,29 miliar atau 112,43 persen dari target rencana bisnis dan anggaran (RBA) sebesar Rp126,54 miliar. Selain itu, dari pendapatan jasa lainnya sebanyak Rp63,13 miliar atau 444,88 persen dari target RBA Rp14,08 miliar.
 

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More