Papan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (www.merdeka.com)
Dream - Penguatan harga saham komoditas akibat aksi spekulatif pelaku pasar belum cukup kuat membawa indeks saham acuan melaju ke zona hijau. Lantai bursa justru kental dengan aksi jual tersulut pernyataan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserves.
Aksi jual pemodal lokal ini dimanfaatkan investor asing untuk mengoleksi saham-saham pilihan. Meski jauh dari pencapaian kemarin, pemodal asing kembali mencetak nett buy hingga Rp 255 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 30 Oktober 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 15,20 poin (0,30%) ke level 5.058,94.
Dengan transaksi perdagangan mencapai Rp 7,6 triliun, IHSG sebetulnya sempat menyentuh zona hijau dan mencetak level tertinggi 5.076,28. Namun aksi jual pelaku pasar membuatna kembali ke zona merah.
Tercatat 179 emiten di lantai bursa longsor ke teritori negatif. Beruntung masih ada 126 emiten yang melaju naik dan menahan pelemahan yang lebih dalam.
Pelemahan IHSG terjadi di tengah kondisi bursa regonal yang bergerak variatif. IHSG melemah bersamaan dengan Hang Seng Hong Kong yang turun 0,49 persen dan Kospi Korea Selatan 0,15 persen.
Sebaliknya, Nikkei Jepang dan Strait Times masih terus melanjutkan penguatan usai naik masing-masing 0,75 persen dan 0,21 persen.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah juga kembali tertekan seoanjang perdagangan hari ini. Sore ini rupiah terdepresiasi 47 poin (0,39%) menjadi 12.132 per dolar AS.
Turunnya IHSG ke zona merah diikuti dua saham syariah di BEI. Berbeda dengan IHSG, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) justru memulai perdagangan di zona hijau.
ISSI sore ini menutup perdagangan dengan melemah 0,28 poi (0,18%) ke level 162,65. Turunnya harga saham dari 115 emiten sukses menyeret ISSI ke zona merah.
Pemodal tercatat mentransaksikan tak kurang dari 31,22 juta saham serta membawa 72 emiten syariah melaju di zona hijau. Dari aksi jual beli ini, pemodal menghabiskan dana hingga Rp 3,14 triliun.
Penurunan juga dialami indeks saham bluechips syariah, JII, yang melemah 0,98 poin (0,15%) ke level 666,81.
Saham-saham syariah kali ini terpecah dunia dimana 13 emiten bergerak menguat dan 13 lainnya melemah. Tercatat 4 emiten memilih stagnan.
Saham-saham bluechips pencetak untung tertinggi (top gainer) didominasi oleh emiten sektor komoditas. Berada di puncak top gainer adalah AALI yang menguat Rp 1.925, diikuti LSIP Rp 75, PTBA Rp 75, INCO Rp 65, dan TLKM Rp 40 per saham. (Ism)
Advertisement

Tak Lagi Diplonco, Ini yang Sebenarnya Dipelajari Mahasiswa Baru saat Orientasi Kampus

IIDI Cabang Malang Edukasi Masyarakat Pentingnya Menjaga Kesehatan Jantung dan pembuluh Darah

Ketahui Apa Arti Tanggal Kedaluwarsa pada Parfum, Betulkah Berbahaya Jika Digunakan?

Mengapa Setiap Daerah di Indonesia Punya Soto Versinya Sendiri

Kebiasaan Minum Manis Sejak Kecil Terbukti Berkaitan dengan Tekanan Darah Tinggi saat Dewasa


Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengajari Anak Tentang Konsep Uang