Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Ilustrasi (Shutterstock/nukeaf)
Dream - Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) melaporkan aset asuransi syariah di Indonesia mencapai Rp44,99 triliun di kuartal III-2022, naik sebesar 3 persen dibandingkan tahun sebelumya di kuartal yang sama.
Ketua Umum AASI, Tatang Nur Hidayat, mengatakan, dari segi proporsinya, aset didominasi oleh asuransi jiwa syariah yakni sebesar Rp35,30 triliun atau 78,46 persen.
Sedangkan proporsi dari asuransi umum syariah sebesar Rp7,45 triliun atau 16,56 persen. Sementara untuk reasuransi syariah mencapai Rp2,23 triliun atau sebesar 4,98 persen.
Menurut Tatang, hasil itu menandakan bahwa industri asuransi syariah di Indonesia mencatatkan peningkatan yang cukup baik di tengah kondisi perekonomian global yang sedang terancam resesi.
Kemudian dari sektor bruto asuransi syariah, didominasi oleh asuransi jiwa syariah sebesar Rp16,67 triliun atau 83,53 persen. Sedangkan untuk asuransi umum syariah memiliki proporsi kontribusi bruto sebesar 10,88 persen atau Rp2,17 triliun.
Sementara reasuransi syariah memiliki proporsi sebesar 5,59 persen atau Rp1,11 triliun.
“ Kontribusi bruto asuransi syariah kuartal III-2022 September Rp19,95 triliun tercatat mengalami kenaikan sebesar 18,13 % dibandingkan kuartal III-2021 September,” kata Tatang.
Tatang menambahkan, kontribusi bruto asuransi jiwa syariah per September 2022 tercatat mencapai Rp16,67 miliar atau naik sebesar 12,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year).
Sedangkan untuk kontribusi bruto asuransi umum syariah per September 2022 meningkat sebanyak 59,43 pesen atau Rp2,17 miliar.
Selanjutnya kontribusi bruto reasuransi syariah per September 2022 mengalami peningkatan sebesar 58,97 persen atau senilai Rp1,11 miliar.
“ Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi bruto ini secara keseluruhan mengalami pertumbuhan positif dari berbagai sektor,” ujar Tatang.
Namun pada klaim bruto asuransi jiwa syariah, Tatang mengatakan perlu di tingkatkan untuk ke depannya sebab berdasarkan data per September 2022 tercatat mengalami penurunan sebesar 4,92 persen atau Rp12,81 triliun (yoy).
“ Klaim bruto asuransi umum syariah per September 2022 tercatat mengalami peningkatan secara signifikan menjadi Rp588 miliar atau naik sebesar 37,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” catat Tatang.
Meski demikian, klaim bruto reasuransi syariah mengalami peningkatan signifikan per September 2022 yakni sebanyak 37,48 persen atau Rp994 miliar dibandingkan tahun sebelumnya (yoy).
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
