Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Petugas Bea Cukai Menyita Produk CPO Ilegal (FOTO: Kemenkeu/Biro KLI)
DREAM.CO.ID - Menteri Keuangan (Menkeu), Purabaya Yudhi Sadewa mengajukan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan pembenahan total di Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) selama satu tahun.
Permohonan tersebut disetujui Presiden disertai peringatan bahwa keberadaan Bea Cukai di sejumlah pintu akses ke Indonesia akan dibekukan dan tugasnya digantikan perusahaan swasta SGS (Societe Generale de Surveilance) asal Swiss.
SGS merupakan perusahaan swasta asal Swiss yang pernah mengelola tugas pengawasan barang-barang yang masuk ke Indonesia sekitar tahun 1985 silam. Indonesia pernah menyerahkan membekukan bea cukai dan menyerahkan pengelolaannya ke SGS.
Menkeu saat wawancara dengan awak media di Gedung DPR RI usai menghadiri Rapat Kerja dnegan Komisi XI DPR mengakui bahwa citra Bea Cukai di mata masyarakat sampai saat ini masih negatif.
" Bea cukai jadi saya sudah panggil mereka, kita rapat internal ya. Kita diskusikan sama mereka. Saya bilang gini, image Bea Cukai kurang bagus di media, di masyarakat, di pimpinan tertinggi kita," terang Purbaya.
Untuk itu, Menkeu mengatakan perlu pembenahan dan perbaikan kinerja agar bea cukai menjadi instansi yang bisa kembali mendapat kepercayaan masyarakat dan mengubah citranya menjadi lebih baik.
Purbaya mengaku sangat serius untuk memperbaiki kinerja kerja bea cukai. Ia bahkan sudah meminta waktu selama satu tahun kepada Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan upaya pembenahan tersebut.
" Jadi kita perbaiki dengan serius. Saya sudah minta waktu satu tahun ke Presiden buat gak diganggu dulu, saya biarkan perbaiki bea cukai. Saya ancamnya serius," papar Purbaya.
![]()
Jika dalam rentang waktu satu tahun tak ada kemajuan dari kinerja kerja Bea Cukai, ia mengancam akan menggantinya peran Bea Cukai dengan perusahaan swasta SGS.
" Kalau Bea Cukai gak bisa perbaiki kinerjanya, masyarakat masih gak puas, Bea Cukai saya gantikan dengan SGS seperti zaman dulu lagi.

Dengan ancaman tersebut, Menkeu mengakui jika para pegawai saat ini mulai berbenah karena sudah menyadari ancaman yang akan mereka hadapi.
" Mereka sudah amat sangat memperbaiki kinerja mereka. Kita sudah mulai terapkan AI-AI di stasiun Bea Cukai. Kita pelajari betul," ujarnya.
Dengan perubahan yang sudah mulai diterapkan aparat Bea Cukai di lapangan, Menkeu optimistis upaya pembenahan yang sedang dijalankannya akan selesai pada tahun depan.

" Sekarang cukup baik kemajuannya. Saya pikir tahun depan sudah aman," sambung dia.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya