Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
© 2025 Https://www.dream.co.id
DREAM.CO.ID - Memasuki penghujung 2025, Zurich Indonesia menunjukkan kinerja bisnis yang tetap solid di tengah dinamika industri. Tiga entitas perusahaan—PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk (ZAI), PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah), dan PT Zurich Topas Life (Zurich Life)—membukukan pertumbuhan positif pada pendapatan premi bruto (gross written premium/GWP) hingga Oktober 2025 (year-to-date).
ZAI berhasil tumbuh 15%, Zurich Syariah mencatat kenaikan 17%, dan Zurich Life bertumbuh 9%. Capaian ini menjadi bukti konsistensi Zurich Indonesia dalam menjaga performa sambil mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Country Manager Zurich Indonesia, Edhi Tjahja Negara, menegaskan bahwa tren positif ini mencerminkan ketahanan fundamental bisnis perusahaan. “ Pertumbuhan positif tahun ini mencerminkan kekuatan fundamental bisnis Zurich Indonesia dan kemampuan kami beradaptasi untuk menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah. Kami berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan optimal di Indonesia dengan memperluas jaringan di tengah pasar yang dinamis,” ujarnya.
Segmen ritel kembali menjadi motor utama kinerja Zurich Indonesia. Sampai Oktober 2025, lini asuransi kendaraan bermotor dari ZAI dan Zurich Syariah tumbuh 8% secara year-on-year. Pertumbuhan ini tetap tercapai meski industri otomotif menghadapi tantangan. Dukungan pelanggan loyal serta kemitraan strategis dengan dealer dan perusahaan pembiayaan turut menjadi faktor penting.
Di sisi lain, asuransi kesehatan ZAI juga mengalami lonjakan signifikan. Melalui produk Medicilin, GWP naik lebih dari 50% berkat meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan kesehatan.
Peningkatan aktivitas perjalanan akhir tahun turut mendorong performa. Asuransi perjalanan ZAI mencatat kenaikan transaksi polis lebih dari 40% melalui platform digital proteksi.zurich.co.id. Zurich Syariah juga mencatat pertumbuhan GWP asuransi perjalanan hingga 21%, dengan lonjakan polis perjalanan ibadah umrah yang meningkat lebih dari 100%.
Untuk lini asuransi jiwa, Zurich Life membukukan pertumbuhan GWP sebesar 27% pada produk tradisional yang menggabungkan perlindungan dan tabungan. Produk Zurich Group Protector Absolute (ZGPA) juga menunjukkan peningkatan signifikan.

Beberapa tahun terakhir, cuaca ekstrem dan bencana alam turut meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya proteksi. Pada insiden banjir besar di Bali, September 2025, ZAI membayarkan klaim lebih dari Rp30 miliar—sebagian besar dari lini properti. Untuk mempercepat pemulihan, perusahaan menerapkan fast track claim bagi nasabah terdampak.
Optimisme terhadap 2026 juga diperkuat oleh proyeksi pemulihan ekonomi. Ekonom dan Guru Besar FEB UI, Prof. Dr. Telisa Aulia Falianty, menyampaikan bahwa industri asuransi akan memasuki fase pertumbuhan baru. “ Ketika ketidakpastian ekonomi mereda, permintaan terhadap produk proteksi cenderung meningkat. Dengan penetrasi asuransi yang masih di bawah 3%, ruang ekspansi industri masih sangat besar,” jelasnya.
Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia, Yulius Bhayangkara, menambahkan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Menurutnya, inovasi produk, peningkatan literasi keuangan, dan transformasi digital akan menjadi fondasi utama pertumbuhan industri ke depan.
Menghadapi tahun baru, Zurich Indonesia mempersiapkan strategi penguatan untuk menangkap peluang di pasar yang kian dinamis. Fokus perusahaan mencakup perluasan distribusi, kolaborasi strategis, pengembangan produk yang relevan, serta peningkatan inovasi layanan.
“ Kami optimis melangkah ke depan dengan ekonomi Indonesia terus menguat, inovasi produk yang terus dikembangkan, serta generasi muda yang semakin menjadi fokus edukasi dan penetrasi produk,” tutup Edhi.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya