Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bursa Efek Indonesia
Dream - Minimnya sinyal sentimen negatif sepanjang perdagangan jelang akhir pekan ini membuat indek bursa saham Indonesia leluasa bergerak di zona hijau. Indeks saham syariah pun menutup perdagangan dengan mencatat penguatan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat, 9 Mei 2014, ditutup menguat 37,24 poin (0,77%) 4.898,13. Indeks melompat tinggi jelang penutupan perdagangan saham.
Naiknya IHSG mengiring sinyal positif bagi pergerakan indeks saham lainya. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat menguat 1,19 poin (0,75%) ke level 160,98.
Penguatan lebih tinggi dialami indeks bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat 3,14 poin (0,48%) ke level 655,94. Saham AALI kembali menjadi pencetak kenaikan harga saham tertinggi diantara jajaran saham bluechips syariah.
Transaksi perdagangan saham syariah jelang akhir pekan ini terbilang cukup ramai hingga 43,71 miliar saham. Masuknya dana asing membuat nilai transaksi terbilang cukup tinggi hingga Rp 4,49 triliun.
Saham-saham syariah yang melompat ke zona hijau tercatat mencapai 126 emiten, sementara 67 lainnya merosot ke zona merah.
" Regional hanya naik tipis, tanpa signal. Investor asing juga masih beli dalam jumlah yang normal. Setidaknya tidak ada signal negatif hari ini," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo.
Perusahaan media, Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) bertengger sebagai pencetak top gainer dengan kenaikan harga saham hingga Rp 925 per saham.
Top gainer lainnya adalah AALI yang menguat Rp 200, CTBN Rp 200, CMPP Rp 84, dan ANTM Rp 65 per saham.
Di daftar emiten yang mencetak koreksi harga terbesar bertengger sejumlah saham syariah lapis dua. Emiten AUTO memimpin pelemahan harga saham dengan koreksi Rp 30 per saham.
Top losser lainnya adalah BISI yang melemah Rp 20, DVLA Rp 10, BKSL Rp 9, dan BRPT Rp 6 per saham.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya