Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Foto: Tehsariwangi.com
Dream - Dengan teknologi pengemasan yang semakin maju, cara masyarakat mengonsumsi teh juga ikut berubah. Jika dahulu daun teh dimasukkan ke dalam teko dan dicampur air panas, kini banyak orang menggunakan teh celup yang lebih praktis dan mudah dibuang.
Sejumlah perusahaan juga berinovasi membuat teh celup yang dibungkus dengan kertas berpori-pori halus dan tahan panas. Salah satu merek yang cukup dikenal masyarakat adalah teh celup SariWangi.
Melansir laman resmi SariWangi, Kamis, 20 Oktober 2022, teknik kemasan teh celup sesungguhnya ditemukan secara tidak sengaja ketika Thomas Sullivan, seorang pedagang teh dan kopi dari New York, mengirim sampel teh dalam kantong sutra kecil kepada para pelanggannya.
Sullivan menggunakan kantong sutra karena alasan ekonomis. Membawa teh menggunakan kantong sutra dianggap lebih murah dibandingkan kaleng yang membutuhkan biaya pembuatan lebih mahal dan teh yang dikemas juga harus lebih banyak.
Pelanggan Sullivan awalnya menganggap kemasan ini sama saja dengan teh yang dimasukkan dalam saringan metal sehingga mereka langsung melemparkan begitu saja kemasan tersebut ke dalam air panas.
Baru kemudian mereka menyadari bahwa ternyata kemasan tersebut cukup praktis untuk menyeduh teh secara langsung.
Sejak saat itu, kepopuleran teh celup melonjak dan akhirnyamulai dipasarkan secara komersial pada tahun 1904, dan dengan cepat popularitasnya menyebar ke seluruh penjuru dunia.
Di Indonesia sendiri, kepopuleran teh celup tidak dapat dilepaskan dari merek teh celup SariWangi.
SariWangi merupakan merek lokal asli Indonesia yang diperkenalkan pada tahun 1973 dalam format teh celup, suatu cara modern baru untuk minum teh selain teh bubuk.
Di tengah kemerosotan pasar teh daun Indonesia karena saat itu teh dianggap sebagai minuman kuno dan tidak praktis dalam penyajiannya.

Teh celup SariWangi telah berhasil menempatkan dirinya sebagai merek teh celup terkemuka dan meremajakan pasar teh di Indonesia.
Teh celup ini digemari bukan hanya karena rasanya, tetapi juga karena manfaatnya.
Manfaat minum teh secara rutin dapat membantu meningkatkan fungsi pembuluh darah, memerangi kepenatan, mengurangi kadar kolesterol, dan meningkatkan kebugaran tubuh. Selain manfaat kesehatan, teh celup juga bisa mempererat hubungan keluarga.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
