Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Pewaralaba Alfamart (Alfamartku.com)
Dream - Kalangan pengusaha waralaba mendorong lembaga keuangan mulai melirik pembiayaan di bisnis franchising. Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bahkan mengusung istilah microfranchising untuk membiaya pebisnis waralaba skala kecil.
" Saya usul kepada perbankan yang punya microfinance kalau boleh strateginya adalah microfranchising, tapi untuk usaha kecil. Saya rasa itu akan sangat berhasil," kata Ketua Umum AFI, Anang Sukandar saat pembukaan International Franchise, License and Business Concept Expo and Conference (IFRA) 2015, Jumat, 29 Mei 2015 di Jakarta.
Anang yakin konsep microfranchising dapat berjalan mulus jika sektor perbankan yang memiliki layanan pembiayaan mikro ikut dilibatkan. Model layanan pembiayaan ini dianggap sangat membantu para pewaralaba pemula.
Diakui Anang, menjelang perdagangan bebas di kawasan Asia Tenggara, para pelaku usaha dalam dan luar negeri ramai-ramai melakukan penguatan diri. AFI sendiri giat menggelar sejumlah program peningkatan kompetensi kewirausahaan yang terbuka untuk semua kalangan.
" Kami melakukan pendampingan dan pembimbingan untuk pelaku industri waralaba, sekitar satu tahun atau dua tahun. Tapi yang ideal itu dua tahun," ujarnya
Anang mengungkapkan, masih banyak pelaku usaha waralaba yang belum paham konsep manajemen dan pemasaran terkait bisnis yang dijalaninya. Padahal dua kompetensi ini bisa jadi kunci keberhasilan mengelola franchise.
" Misalnya Nasi Uduk Kebon Kacang, itu kan dia sudah besar, bisa kita pelajari bagaimana dia bisa seperti itu. Atau Gado-Gado Boplo, kan sudah berhasil tapi dia belum waralaba, hanya buka beberapa cabang saja," imbuhnya.
Ke depan, AFI berharap dukungan pada pewaralaba lokal akan membuat bisnis ini tidak hanya jago kandang. Pada tahap berikutnya, usaha-usaha franchise ini harus menjadi global franchising.
Untuk memenuhi harapan tersebut, AFI mendesak agar pelaku usaha terlebih dahulu memperkuat sisi manajemen dan marketing.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya