Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
© MEN
Dream - Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, turut menyoroti vaksin Covid-19. Dahlan mengaku lebih memilih vaksin Covid-19 bikinan Sinovac daripada Pfizer.
" Tentu saya memilih Sinovac dibanding Pfizer dengan logika saya sendiri. Tentu saya bukan ahli menilai, apalagi menilai obat, termasuk vaksin," tulis Dahlan dikutip dari disway.id, Senin 14 Desember 2020.
Vaksin yang diproduksi Sinovac berasal dari virus yang dilemahkan, sedangkan Pfizer modifikasi gen. Dahlan mengakui tidak anti modifikasi gen. Kalaupun yang tersedia vaksin hanya modifikasi, dia tak keberatan.
" Yang penting pandemi ini harus berakhir lebih cepat juga lebih sedikit korbannya," tulis dia.
Mantan Dirut PT PLN (Persero) ini tak mau pandemi flu spanyol terulang kembali. " Bayangkan kalau di zaman ini sepertiga penduduk meninggal dunia. Berarti akan ada 100 juta orang Indonesia meninggal," tulis Dahlan.
Dahlan menilai bisa jadi kemunculan pandemi menjadi cara semesta menyeimbangkan kembali tatanan kehidupan. Namun, hal itu seharusnya bisa diatasi.
" Seperti awal tahun 1900-an, para ahli di Inggris meramalkan punahnya manusia akibat kekurangan pangan yang berat. Itu didasarkan statistik pertumbuhan penduduk dibanding produksi dunia," tulis dia.
Kemudian, saintis Jerman menemukan pembelahan " N" dan itu menjadi awal ditemukannya pupuk. Bahan bakunya berasal dari udara. Pupuk inilah yang dipakai hingga sekarang.
Lalu, ada modifikasi kedelai yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Kedelai modifikasi ini digunakan untuk pakan ternak di sana, sedangkan di sini diolah menjadi tempe.
" Saya juga makan tempe dari kedelai modifikasi itu. Tapi, kalau boleh memilih, saya lebih senang makan tempe dari kedelai lokal. Lebih gurih. Dan yang pasti bukan hasil modifikasi gen," tulis dia.
Sikap ini juga sama jika diminta memilih vaksin Covid-19 yang modifikasi gen atau virus yang dilemahkan.
" Kalau ada yang asalnya dari kedelai yang bukan modifikasi, saya pilih itu. Kalau adanya hanya tempe dari kedelai hasil modifikasi, ya, saya makan juga," tulis Dahlan.
Dahlan juga bicara tentang penolakan vaksin yang terjadi, misalnya di Amerika Serikat atau Inggris. Dikatakan bahwa penolakan vaksin di negara Barat diakibatkan oleh anti modifikasi gen.
" Yang anti modifikasi gen tanaman saja begitu banyak, apalagi ini modifikasi gen manusia," tulis dia.
Bahkan, penolakan ini juga terjadi sejak 100 tahun yang lalu, seperti di Rio de Janeiro, Brazil. Saat itu, terjadi kerusuhan besar, bahkan hampir saja pemerintah Brazil terguling. Salah satu yang menjadi isu besar adalah vaksinasi cacar bisa menyebabkan kulit rusak.
" Rupanya, bagi masyarakat yang budayanya mengenakan baju you can see, cacat akibat cacar itu sangat merisaukan," tulis Dahlan.
Dahlan optimistis vaksinasi Covid-19 tidak akan merusak kecantikan seperti cacar pada zaman dulu. Namun, virus yang dilemahkan ini menarik perhatiannya.
" Sejarah pemakaiannya sudah begitu panjang untuk begitu banyak wabah pada masa lalu," tulis dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?