Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Salah satu aktivitas manusia yang berkembang cukup lama adalah jual beli. Hadir sebagai peradaban manusia, jual beli merupakan mekanisme pertukaran antar komoditas yang bernilai ekonomi.
BACA JUGA : Viral Kakek Kakek Digaji Dengan Uang Palsu
Jual beli juga menjadi transaksi dasar dalam perdagangan. Tidak hanya mengikat orang per orang namun juga masyarakat dan negara.
Pelaku jual beli tentu saja mengharapkan nilai positif. Wujudnya berupa keuntungan di sisi penjual dan kemanfaatan di sisi pembeli.
Sayangnya, jual beli terkadang sulit dilepaskan dari praktik nakal. Ada saja orang yang karena menginginkan untung besar sampai rela melakukan penipuan.
Modusnya ada banyak. Mulai dari mengurangi berat sebuah barang tanpa sepengetahuan pembeli, mengatakan dagangannya bagus padahal ada cacatnya, dan masih banyak lagi.
Tentu, pembeli menjadi kecewa jika sampai mendapati barang yang tidak sesuai dengan harapan.
Agar terhindar dari penipuan, dianjurkan membaca doa ini sebelum melakukan transaksi jual beli.

La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyi wa yumitu, biyadihil khoir, wa huwa 'ala kulli syai'in qodir.
Artinya,
" Tidak ada tuhan selain Allah. Tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kekuasaan dan milik-Nya lah segala pujian. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Atasnya kebaikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Dream - Saling berbagi dan menolong sudah menjadi kebiasaan di antara orang Indonesia. Hal ini terwujud dalam bentuk apa saja, baik benda maupun tenaga.
Demikian pula dengan umat Islam Indonesia. Berbagi merupakan perwujudan ajaran Islam mengenai sedekah.
Salah satu benda yang kerap kali dibagikan seorang Muslim kepada sesamanya adalah makanan. Karena makanan merupakan kebutuhan pokok yang berkaitan langsung dengan keberlangsungan hidup manusia.
Mendapat makanan dari orang lain tentu menjadi berkah tersendiri bagi kita. Salah satunya, kita bisa menikmati menu yang berbeda sekaligus.
Bagi kaum dhuafa yang hampir tidak bisa memenuhi hajat pokoknya, makanan menjadi sangat berarti. Tak hanya memuaskan perut mereka namun juga batin karena kekhawatiran akan kelaparan bisa sejenak dihilangkan.
Bagi kita yang mendapatkan makanan dari orang lain, tentunya dianjurkan untuk membalas kebaikannya. Selain mengucap syukur dan terima kasih, balas dengan membacakan doa ini.

Allahumma aktsir malahu wa barik lahu fima a'thoitahu wa yassir lahu ayyaf'ala fihi khoiran wa qonni'hu fima a'thoitahu waj'alna wa iyyahu minasy syakirin.
Artinya,
" Ya Allah, perbanyaklah hartanya, berkahilah rezeki yang Engkau berikan padanya, mudahkanlah dia melakukan kebaikan dengan rezeki tersebut, berilah kelapangan hati padanya agar menerima rezeki yang Engkau berikan, jadikanlah kami dan dia bagian dari orang-orang yang bersyukur."
Dream - Musibah bisa datang dalam berbagai bentuk. Bisa berupa bencana alam, kematian, ataupun wabah penyakit.
Saat ini, Indonesia dan dunia tengah berjuang mengatasi wabah virus corona. Virus ini awalnya muncul di Wuhan, provinsi Hubei, China dan menyebar ke 66 negara di seluruh dunia dalam waktu hanya tiga bulan.
Wabah ini menyebabkan gangguan kesehatan akut. Salah satunya penyakit pneumonia atau radang paru-paru.
Tetapi, kita tidak perlu menghadapi musibah dengan kepanikan. Waspada tetap perlu, tapi sebaiknya tidak lantas menjadi kepanikan.
Kita bisa menghindari penyakit akibat virus corona ketika tubuh dalam kondisi prima. Untuk itu, dianjurkan untuk rutin berolahraga, istirahat yang cukup dan makan makanan bergizi.
Lebih penting lagi, memohon perlindungan kepada Allah SWT agar tidak terkena wabah tersebut. Caranya bisa dengan membaca doa ini.

Ya hayyu hina la hayya wa ya hayyu qobla kulli hayyin wa ya hayyu ba'da kulli hayyin yaa qoyyum, ya muhsinu, ya mujmilu. Qod araitana qudrataka fa arina 'afwaka.
Artinya,
" Wahai Dzat Yang Maha Hidup ketika tidak ada kehidupan, wahai Dzat Yang Maha Hidup sebelum adanya kehidupan, wahai Dzat Yang Maha Hidup setelah ada kehidupan, wahai Dzat Yang Maha Berdiri Sendiri, wahai Dzat Yang Berbuat Baik, wahai Dzat Yang Memperindah. Sungguh Engkau telah memperlihatkan kepada kami kuasa-Mu, maka perlihatkan kepada kami ampunan-Mu."
Sumber: Bincang Syariah
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya