Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Presiden Joko Widodo Dan Menkes Terawan
Dream - Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengaku pihaknya telah memanggil Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk meminta klarifikasi terkait informasi rendahnya penyerapan anggaran kementeriannya.
Persoalan anggaran Kementerian Kesehatan menjadi sorotan masyarakat setelah presiden mengungkapkan kekesalannya dengan rendahnya realisasi penyerapan anggaran dalam penanganan Covid-19.
Presiden Joko Widodo bahkan menyebut anggaran Kemenkes yang sudah terserap baru mencapai 1 persen.
Menurut Saleh, informasi yang disampaikan di publik tersebut berbeda dengan laporan yang dipaparkan di Komisi IX DPR.
Wakil ketua fraksi PAN itu menyatakan, anggaran Kemenkes awalnya mencapai Rp 57,3 triliun. Setelah diakukan penyesuaian dan tambahan anggaran untuk peserta BPJS JKN, anggaran Kemenkes bertambah menjadi Rp 76,5 triliun.
“ Dalam paparan yang disampaikan kepada kami, serapan anggaran Kemenkes per 18 Juni 2020 sudah mencapai 47,49 persen,” katanya.
Selain anggaran yang disebutkan di atas, lanjut Saleh, Kemenkes juga mendapatkan alokasi anggaran untuk penanggulangan covid-19.
Dari anggaran yang disebut mencapai Rp75 triliun, sampai sejauh ini yang sudah disetujui Kementerian Keuangan baru Rp 25,7 triliun.
Dengan berbagai tambahan program tersebut, alokasi akhir anggaran Kemenkes sepanjang tahun 2020 dilaporkan mencapai Rp 102,2 triliun.
Khusus untuk anggaran penanganan Covid-19, Saleh mengungkapkan realisasi yang sudah dipakai baru mencapai Rp345 miliar. Sisanya, masih dalam proses revisi Daftar Isian Program Anggaran (DIPA). Bahkan ada yang masih proses pembahasan.
" Nah, kalau masih proses revisi DIPA, lalu apakah kesalahannya ada pada kementerian kesehatan? Ini yang menurut saya perlu diklarifikasi agar tidak simpang siur,” ucapnya.

Saleh menilai, menteri kesehatan sepantasnya memberikan penjelasan kepada masyarakat. Sebab, anggaran penanganan covid-19 yang ada jauh dari yang diusulkan oleh kemenkes. Selain itu, proses realisasinya juga sangat lambat. Lambatnya realisasi ini dikhawatirkan akan berdampak langsung bagi masyarakat. Sebab, penyebaran Covid-19 sampai saat ini masih tinggi.
“ Menkes perlu juga melaporkan hal ini kepada presiden secara langsung. Dengan begitu, presiden bisa mendapatkan informasi yang berimbang dari berbagai kementerian yang ada,” tandasnya.
(Sah, Sumber: Merdeka.com)
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
