Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sektor Pertambangan Membuat Indeks Syariah Menguat Saat Penutupan Perdagangan.
Dream - Emiten Batu bara `membakar` lantai bursa saham Indonesia. Sentimen banjir yang melanda Newcastle, Inggris menyulut aksi beli pelaku pasar pada saham-saham tambang khususnya produsen batu bara yang diharapkan mengalami kenaikan harga.
Meroketnya saham-saham sektor tambang turut melesatkan laju indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) bahkan mencetak rekor baru di tahun 2017.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Selasa, 4 April 2017, indeks ISSI melompat 1,752 poin (0,96%) ke level 183,419. ISSI yang bergerak menguat sepanjang perdagangan dibuka menguat di level 182,007.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) tak mau ketinggalan. Indeks berisi 30 emiten keping biru syariah ini menanjak 8,477 poin (1,175) ke level 735,066. Sekadar informasi, indeks ini dibuka di zona hijau di level 728,554.
Transaksi perdagangan saham syariah juga mengalami peningkatan. Dengan 71,94 juta saham yang berpindahtangan, nilai transaksi perdagangan sampai sesi paskapenutupan mencapai Rp 3,84 triliun.
Aksi beli asing mencetak kenaikan signifikan dengan nett buy mencapai Rp 384 miliar, lebih tinggi dari perdagangan kemarin sebesar Rp 277 miliar.
Sebagian besar indeks sektoral memang bergerak menghijau. Ditambah sentien nett buy asing, pelaku pasar memborong saham batu bara dan mendorong indeks sektor pertambangan meroket 3,59 persen. Penguatan ini diikuti oleh indeks perdagangan 1,56 persen, dan industri dasar 1,31 persen.
Emiten keping biru syariah pencetak top gainer kali ini dihuni produsesn batu bara seperti UNTR yang harganya naik Rp1.325 disusul PTBA Rp650. Top gainer lainnya adalah UNVR Rp400, AKRA Rp200, dan INTP Rp175.
Sebaliknya, saham-saham bluechip syariah top loser adalah LPPF yang harga sahamnya turun Rp375, SILO Rp175, PGAS Rp40, INCO Rp30, dan PTPP Rp30.
Sentimen positif pun berembus ke pasar uang. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 8 poin (0,06%) ke level Rp13.317 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya