Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Mengawali perdagangan di bulan ramadan, indeks saham syariah justru bergerak lemas. Posisi asing yang cenderung wait and see membuat investor menahan diri masuk lantai bursa.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 29 Mei 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang dibuka menguat berbalik melemah 0,561 poin (0,31%) ke level 182,907.
ISSI memulai sesi perdagangan awal pekan dengan menguat ke level 183,664. Indeks acuan saham syariah ini bahkan sempat menyentuh level tertinggi 183,731.
Kondisi tak berbeda jauh dialami indeks bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Dibuka menguat di level 738,464, indeks JII justru terkulai lemas di sesi dua dan menutup perdagangan dengan koreksi 2,551 poin (0,35%) ke level 734,954.
Transaksi perdagangan saham syariah memang meningkat tajam hingga Rp 9,34 triliun. Namun transaksi itu lebih banyak diwarnai aksi jual saham syariah.
Nett sell asing pada saham syariah sore ini meroket sampai Rp 6,28 triliun.
Dengan 323 juta saham yang berpindahtangan, sebanyak 111 emiten syariah menutup lemah awal perdagangan di bulan puasa.
Tercatat 90 emiten, 8 diantaranya beluchips syariah, berhasil ditutup menguat.
Minimnya sentimen positif membuat investor lebih banyak menahan diri. Pemodal lebih banyak bermain pada saham-saham pertambangan yang naik 0,53 persen, perdagangan 0,48 persen dan keuangan 0,76 persen.
Selebihnya, indeks sektoral ditutup melemah dengan koreksi dalam terjadi pada emiten sektor infrastruktur (1,07%), properti 0,60%), dan barang konsumsi (0,58%).
Penghuni top gainer saham bluechips syariah kali ini disisi UNTR yang menguat Rp 1.450. Diikuti SILO yang naik Rp 250, LPPF Rp 200, INDF dan SMGR masing-masing Rp 100 per saham.
Di jajaran top losser, justru bertengger saham-saham penggerak bursa. UNVR memimpin deretan bluechips syariah yang terkoreksi tajam usai melemah Rp 375 per saham. Disusul AALI yang melemah Rp 175, AKRA Rp 100, TLKM Rp 80, dan PTPP Rp 70 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah mengikuti laju sebagian besar mata uang dunia yang bergerak melemah terhadap dolar AS. Kurs rupiah menurut data Kiwoom pukul 16.30 WIb, tercatat melemah 16 poin (0,12%) menjadi 13.310 per dollar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya