Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Dtutup Menguat Hari Ini.
Dream - Indeks syariah akhirnya bisa kembali ke jalur positif setelah dilanda tekanan jual dalam lima hari perdagangan. Meski dilanda tekanan jual jelang penutupan, dua indeks acuan saham syariah berhasil bertahan di zona hijau.
Sektor industri aneka dan pertanian menjadi motor pendorong kinerja positif kedua indeks syariah.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 17 Januari 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,082 poin (0,05%) ke level 171,300. Begitu pula dengan Jakarta Islamic Index (JI), yang merangkak naik 0,719 poin (0,10%) ke level 688,902.
Laju indeks saham syariah cukup berat untuk melaju ke zona hijau. ISSI dan JII memulai sesi perdagangan di zona merah. Kondisi regional yang tak membawa kabar baik membuat investor memilih menahan diri masuk bursa.
ISSI yang dibuka melemah sempat turun ke level terendah 171,027. Aksi beli sempat mendorong ISSI menyentuh level tertinggi di 171,860.
Meski menguat, transaksi perdagangan saham syariah justru sedikit berkurang. Dengan 49,21 miliar lembar saham yang diperjualbelikan hingga sesi paska penutupan perdagangan, trsansaksi saham syaraih mencapai Rp2,32 triliun.
Emiten syariah yang bergerak menguat mendominasi papan perdagangan ISSI. Tercatat 109 saham syariah ditutup menguat sementara 85 lainnya mengalami tekanan jual.
Sektor industri aneka dan pertanian menjadi motor utama penggerak perdagangan dengan kenaikan masing-masing 0,87 persen dan 0,65 persen.
Sementara empat indeks sektoral yang mengalami koreksi yaitu industri dasar 0,34 persen, barang konsumsi 0,59, perdagangan 0,55 persen, dan manufaktur 0,27.
SILO menjadi emiten unggulan syariah penghuni top gainer JII dengan menguat Rp175, diikuti oleh ASII Rp75, LSIP Rp40, BSDE Rp35, dan MIKA Rp30.
Sebaliknya, emiten syariah yang menjadi penghuni top loser hari ini adalah UNTR yang harganya merosot Rp150, INTP Rp125, PTBA Rp125, SMGR Rp75, dan AKRA Rp50.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau menguat 11 poin atau 0,08 persen. Kursnya berada d level Rp13.351 per dolar AS. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya