Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
IPO 14 BUMN Dinilai Bisa Meningkatkan Kapitalisasi Pasar Di BEI. (Foto: Ilustrasi)
Dream – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong 14 perusahaan dan anak usaha BUMN untuk menggelar initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini menjadi berita baik bagi para investor saham di Indonesia.
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Mardani H. Maming, mendukung langkah Menteri BUMN, Erick Thohir. Sekadar informasi, Erick akan melakukan penawaran umum saham perdana BUMN ke publik sebanyak 14 perusahaan BUMN. Semua sektor dan perusahaan pelat merah yang akan melakukan IPO berpotensi meningkatkan kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“ Dengan adanya tambahan dana dari IPO ke perusahaan dan anak usaha BUMN akan berpengaruh positif, terlebih jika dana hasil IPO digunakan untuk ekspansi bisnis dan meningkatkan value perusahaan BUMN itu sendiri ,” kata Maming di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa 4 Mei 2021.
Perusahaan-perusahaan tersebut berpeluang untuk meningkatkan kinerja harga sahamnya pasca IPO karena penetapan IPO-nya menarik bagi pelaku pasar untuk melakukan akumulasi. Saat terjadi apresiasi, dipastikan pasca IPO, harga sahamnya akan melonjak dan membuat investor makin tertarik.
“ Tidak hanya lokal, saham-saham BUMN calon Tbk tersebut juga bakal diminati investor asing,” kata dia.
Asalkan, lanjut Maming, BUMN itu bisa berbisnis dengan baik, termasuk isu lingkungan dan perusahaan ini bisa memberikan nilai tambah.
Maming meyakini langkah tersebut bagus untuk meningkatkan kinerja dalam jangka panjang secara berkesinambungan. Selain itu, dia menilai rencana BUMN dan anak usaha BUMN masuk BEI melalui mekanisme IPO akan memperkuat daya saing perusahaan pelat merah tersebut.
“ Kami mendukung gebrakan ini dan berharap rencana IPO tersebut dapat terealisasi semuanya dalam waktu kurang dari satu tahun,” kata dia.
Selain memperbaiki kinerja, BUMN yang melantai di bursa, juga bisa membuka kolaborasi dengan pengusaha lokal, daerah, dan nasional. Kolaborasi ini dilakukan untuk memberikan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“ Jadi, jangan hanya sinergi BUMN. (BUMN juga) perlu sinergi dengan swasta,” kata dia.
Sekedar informasi, 14 perusahaan dan anak usaha BUMN yang menggelar IPO di BEI adalah Pertamina International Shipping, Pertamina Geothermal Energy (PGE), Pertamina Hulu, Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Pertamina Hilir, Indonesia Healthcare Corporation, dan Bio Farma Vaksin.
Selanjutnya, EDC and Payment Gateway Himbara, Pupuk Kalimantan Timur, PT Dayamitra , Telekomunikasi (Mitratel), Telkom Data Center, Inalum Operating, MIND ID, dan Logam Mulia.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
