Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jeff Bezos Membeli Rumah Mewah Di Beverly Hills.
Dream - Kehidupan miliarder terkaya dunia, Jeff Bezos, usai bercerai dari MacKenzie kembali menjadi sorotan. Pendiri Amazon ini dilaporkan baru membeli rumah senilai US$165 juta sekitar Rp2,26 triliun di kawasan prestisius Beverly Hills, Amerika Serikat.
Dikutip dari Fortune, Kamis 13 Februari 2020, kediaman baru Bezos memiliki luas 36.421 meter persegi dan menjadi rumah terluas di Los Angeles, Amerika Serikat. Rumah yang dibeli Bezos bukanlah sembarangan.
Properti itu didesain untuk “ raja” film Hollywood, Jack Warner pada 1930. Hunian super mewah Bezos memiliki teras yang mahal dan punya lapangan golf 9 lubang.
Pembelian ini muncul beberapa hari setelah Bezos mencairkan saham Amazon senilai US$4,1 miliar (Rp56,2 triliun) dan masuk pasar seni.
Kabar pembelian tanah Warner ini sebelumnya diberitakan Wall Street Journal. Properti itu dulunya punya milik David Geffen sejak 1990. Kala itu, Geffen membeli rumah senilai US$47,5 juta (Rp651,63 miliar).
Sekadar informasi, gaya Bezos berubah sejak bercerai dengan MacKenzie, dari pribadi yang sederhana menjadi yang “ wah”.
Pria berusia 56 tahun ini juga dikabarkan sering belanja hunian kelas atas, seperti rumah-rumah di dua pantai di Amerika Serikat. Malah, dia juga punya sabana seluas 170 ribu hektare di Texas.
Dream - Tanggal 8 November 2018, sebulan setelah kematian jurnalis Washington Post, Jamal Khasoggi, ponsel miliarder Jeff Bezos menerima pesan dari akun WhatsApp Mohammed bin Salman (MBS), Putra Mahkota Arab Saudi.
Berdasarkan informasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pesan dari akun WhatsApp Mohammed bin Salman itu berisi foto perempuan yang memiliki kedekatan dengan Jeff.
Pesan itu juga memuat sindiran sinis yang berbunyi: " Berdebat dengan seorang perempuan seperti membaca Lisensi Persetujuan Piranti Lunak. Akhirnya kamu menafikkan semuanya dan klik saya setuju."
#Jamal pic.twitter.com/8ej1rUBXVb
— Jeff Bezos (@JeffBezos)January 22, 2020
Investigator PBB yang menyelidiki kasus pembunuhan Khashoggi, Agnes Callamard, mengatakan, pesan itu diduga menjadi bentuk `intimidasi` Mohammed bin Salman kepada Jeff Bezos.
" Ini menunjukkan, selama periode tersebut, ada upaya meretas sistem milik seseorang yang dianggap menjadi ancaman bagi MBS atau pemerintah Arab Saudi. Itu tidak berarti bertujuan untuk mengambil informasi tertentu. Pesan itu bisa digunakan untuk mendapat informasi tertentu di masa depan," kata Callamard, dikutip dari The Guardian, diakses Kamis, 22 Januari 2020.
Informasi yang beredar menyebut " sangat mungkin" bahwa intrusi ke telepon dipicu file yang terinfeksi pemilik Washington Post tersebut.
Jeff Bezos dan Mohammed melakukan pertukaran nomor WhatsApp pada 1 Mei 2018. Diduga,menurut seseorang yang mengetahui masalah ini, sejumlah besar data dikeluarkan dari telepon Bezos dalam beberapa jam.
Kepala keamanan Jeff Bezos, Gavin de Becker, menulis di Daily Beast mengenai rincian penyelidikan ke penegak hukum. Tapi, dia tidak mengungkapkan secara detail bagaimana Arab Saudi mengakses telepon Jeff Bezos.
Arab Saudi telah membantah bahwa pihaknya menargetkan telepon Jeff Bezos, dan bersikeras pembunuhan Khashoggi adalah hasil " operasi jahat" . Arab Saudi juga membantah terlibat dalam penerbitan kisah perselingkuhan Jeff.
Recent media reports that suggest the Kingdom is behind a hacking of Mr. Jeff Bezos' phone are absurd. We call for an investigation on these claims so that we can have all the facts out.
— Saudi Embassy (@SaudiEmbassyUSA)January 22, 2020
Dream - Miliarder Perancis, Bernard Arnault, berpotensi menggusur Jeff Bezos dan Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia nomor wahid. Peluang itu muncul setelah Arnault mengumumkan akusisi perusahaan perhiasan mewah Tiffany&Co pada 2020.
Dikutip dari Fox Business, Jumat 29 November 2019, pria berusia 70 tahun ini adalah pendiri dan pimpinan LVMH (LVMH Moet Hennessy). Perusahaannya dikenal sebagai produsen barang-barang mewah terbesar di dunia dengan brand Louis Vuitton. Arnaudi memiliki harta kekayaan US$103 miliar (Rp1.450,21 triliun).
Berdasarkan data Bloomberg Billionaire Index, Bezos mengantongi kekayaan senilai US$111 miliar (Rp1.562,85 triliun) dan Gates US$110 miliar (Rp1.548,77 triliun).
Sekadar informasi, LVMH akan membeli saham Tiffany&Co senilai US$16,2 miliar (Rp228,09 triliun). Pembelian saham ini diperkirakan terjadi pada pertengahan 2020.
Nantinya, perusahaan ini akan melengkapi jajaran merek mewah LVMH, seperti Celine, Louis Vuitton, dan Givenchy.
Arnault sendiri bergabung ke “ grup” miliarder berharta US$100 miliar pada Juni 2019. Ini terjadi saham LVMH menyentuh angka US$406,27 (Rp5,72 juta) per lembar.
Ditambah lagi LVMH baru mencetak pendapatan senilai US$55,3 miliar (Rp778,61 triliun) pada 2018.
Dream – Siapa yang tak kenal dengan Jeff Bezos. Pria berkepala plontos ini merupakan bos Amazon sekaligus orang terkaya dunia yang mampu menggeser raja Microsoft, Bill Gates.
Kesuksesan Bezos tentu saja bukan datang begitu saja. Pria berharta ratusan triliunan rupiah ini meniti bisnisnya dari nol hingga menjadi raksasa e-Commerce dunia.
Dalam menekuni bisnisnya, Bezos mengaku ada satu kunci sukses dalam hidupnya.
Dikutip dari Merdeka.com, Kamis 9 Mei 2019, kunci sukses itu adalah bekerja keras dalam mengembangkan bakat yang dimiliki. Mengapa harus menguasai bekerja keras?
![]()
“ Itu adalah sebuah pilihan,” kata Bezos.
Dia mencontohkan seseorang yang bagus dalam matematika. Keterampilan itu disebut sebagai berkah.
“ Namun, terus mengasah kemampuan mengasah matematika kamu dan mengembangkannya tentu akan sangat berat dan menyusahkan,” kata mantan suami MacKenzie itu.
Kunci keberhasilan Amazon adalah kerja keras. Moto dari perusahaan tersebut adalah bekerja keras, bersenang-senang, dan membuat sejarah.
Seperti juga saat Bezos menyarankan kepada buah hatinya untuk memaksimalkan bakat dengan bekerja keras dan melakukan sesuatu yang mereka sukai agar sukses.
" Melakukan apa yang kita sukai akan membuatmu lebih mudah untuk membuat pilihan agar bekerja keras," kata dia.
Bezos mengatakan bekerja keras merupakan hal yang patut dibanggakan. Kerja keras akan menghadapkan seseorang dengan banyak rintangan.
" Memilih untuk bekerja keras dan melakukan hal-hal yang sulit. Itu adalah satu pilihan yang bisa dibanggakan," kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya