Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
(Istimew)
Dream – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan dukungan dalam upaya penanganan kasus Covid-19 di Makassar, Sulawesi Selatan. Sebagai bukti dukungan, kementerian ini menyiapkan kapal Pelni yang dimodifikasi menjadi tempat isolasi mandiri pasien Covid-19 yang bergejala ringan.
Dikutip dari Merdeka.com yang melansir Antara, Selasa 3 Agustus 2021, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo, mengatakan Kemenhub telah berkoordinasi dengan BUMN untuk menyediakan kapal tersebut.
Sementara untuk penyediaan tenaga kesehatan dan operasional isolasi, Kemenhub akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
“ Hal ini dilakukan dalam rangka membantu Pemkot Makassar menyusul tingginya angka kasus positif Covid-19 dan terbatasnya ruang perawatan di Makassar,” kata Agus.

Sekadar informasi, kapal yang digunakan untuk ruang isolasi adalah KM Umsini. Kapal yang digunakan untuk ruang isolasi apung itu telah tiba di Makassar sejak Rabu, 14 Juli 2021 lalu.
Saat ini KM Umsini tengah berhenti beroperasi sementara karena diberlakukannya PPKM Darurat.
Nantinya kapal ini akan diubah menjadi RS terapung yang bisa memiliki kapasitas tempat tidur pasien sebanyak 1.995 unit.
Untuk pelaksanaan isolasi mandiri, alokasi yang digunakan adalah 50 persen dari total kapasitas penuh, yaitu 868 unit dengan 68 di antaranya untuk tenaga kesehatan.
Fasilitas isolasi apung terdiri dari tempat tidur, kru kapal, alat kesehatan, APD untuk kru kapal, tenaga kesehatan, tenaga keamanan, konsumsi dan penanganan limbah medis.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala) Antoni Arif Priyadi menyebutkan, penyediaan kapal untuk isolasi apung ini masih dalam tahap persiapan. Adapun beberapa aspek yang tengah disiapkan untuk isolasi apung ini salah satunya penetapan status kapal sebagai tempat isolasi mandiri oleh Ditjen P2P Kementerian Kesehatan.
“ Sedang dipersiapkan juga mengenai jangka waktu pelaksanaan, posisi kapal sandar/berlabuh,” ujar Antoni Arif Priyadi.
“ Saat ini untuk crew kapal yaitu hanya ABK inti dan proses rolling setiap dua minggu sekali,” kata Antoni.
Kapal untuk isolasi apung ini dalam posisi tidak berlayar tetapi berlabuh di sekitar Pulau Lae Lae. Lokasi tersebut dipilih guna memudahkan pihak Pemkot Makassar melakukan pengawasan dan pendistribusian logistik dan obat-obatan bagi pasien yang berada di kapal.

“ Nantinya akan dilakukan juga monitoring kesehatan tenaga kesehatan dan kru yang bertugas secara berkala. Dan setiap rolling, mereka akan dilakukan test RT-PCR terlebih dahulu,” kata dia.
Sebagai informasi, rencana pemanfaatan kapal untuk isolasi mandiri bagi penderita Covid 19 juga akan dilaksanakan di Lampung. Saat ini prosesnya masih dalam tahap koordinasi dengan Gubernur Lampung dan pihak terkait lainnya.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya