Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dua Indeks Syariah Kompak Menguat Hari Ini.
Dream - Kecemasan pelaku pasar akan sentimen Donald Trump mulai mereda. Meski pemodal asing melakukan aksi jual, laju indeks syariah yang disokong pemodal lokal berhasil kembali ke zona positif pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa 24 Januari 2017.
Papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), mencatat, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) bergerak naik 1,426 poin (0,83%) ke level 172,235. Begitu pula dengan indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang ditutup di level 694,627 poin atau naik 6,895 poin (1,00%).
Tanda-tanda kembalinya pemodal lokal sudah terlihat sejak awal perdagangan. Aksi jual kemarin dimanfaatkan investor untuk kembali mengoleksi saham-saham yang mengalami koreksi harga.
ISSI tercatat dibuka menguat di level 171.255 dan sempat menembus level tertingginya di 272.375. Sepanjang perdagangan hari ini, ISSI terlihat nyaman bergerak di zona hijau.
Sentimen positif aksi buyback pemodal lokal mendorong sejumlah indeks sektoral bergerak naik. Mayoritas indeks sektoral menghijau. Sektor yang mendominasi papan hijau adalah sektor perdagangan yang naik 1,42 persen, infrastruktur 1,40 persen, dan konsumer 1,31 persen.
Satu-satunya indeks sektoral yang terpengaruh oleh aksi jual investor adalah sektor pertanian yang turun 0,41 persen.
Emiten bluechip syariah yang menjadi penghuni top gainer hari ini adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp825, UNVR Rp800, LPPF Rp150, SILO Rp125, dan SMGR Rp100.
Sebaliknya, emiten bluechip syariah top loser hari ini adalah PTBA yang harga sahamnya turun Rp400, AALI Rp100, INDF Rp100, dan PTPP Rp20.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah ditutup menguat 51 poin (0,38%) ke level Rp13.318 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya