Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pelemahan Indeks Syariah Kembali Berlanjut.
Dream - Bursa saham Indonesia sedang dilanda tekanan besar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk pertama kalinya dalam tahun ini jatuh dari level 6.000. Masih tingginya aksi jual saham pemodal asing hingga di atas Rp1 triliun membuat pelaku pasar tiarap.
Tekanan jual dialami dua indeks saham syariah yang mencetak koreksi terdalam di tahun 2018. Koreksi Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) terjun sampai 2 persen.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 26 April 2018, indeks ISSI anjlok 4,225 poin (2,31%) ke level 178,748. ISSI sebetulnya bergerak menguat di awal perdagangan saat menyentuh level 183,559 namun tekanan jual membuat indeks syariah terjun bebas.
ISSI sempat terangkat ke 183,693, namun tidak berlangsung lama.
Indeks bluechip syariah, JII, mengalami tekanan yang jauh lebih parah. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini terpangkas sampai 20,426 poin (2,9%) ke level 683,640.
Transaksi perdagangan saham syariah meningkat tajam namun porsi jual lebih besar. Hingga sesi paska penutupan perdagagan, sebanyak 57,23 miliar lembar saham yang diperdagangkan sebesar Rp4,83 triliun.
Dana asing masih keluar dari pasar modal syariah Indonesia namun dengan porsi yang mengecil. Nett sell asing mencapai Rp167 miliar.
Semua indeks sektoral kebakaran. Dana investor banyak keluar di sektor pertambangan, keuangan, dan barang konsumsi. Masing-masing indeks inii merosot 3,46 persen, 3,19 persen, dan 3,08 persen.
Hanya ada dua emiten unggulan syariah yang menarik hati investor, yaitu LPPF yang harga sahamnya naik Rp325 dan MYRX Rp1 per saham.
Lagi-lagi saham UNTR dan UNVR menjadi biang kerok ambrolnya indeks syariah. Saham UNTR terjun bebas sebesar Rp1.825, UNVR Rp1.000, AKRA Rp400, SMGR Rp400, dan PTPP Rp220.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah menguat 37 poin (0,27%) ke level Rp13.884 per dolar AS. Kurs rupiah sempat terseret ke level terendah Rp13.940 per dolar AS, tapi tidak bertahan lama.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya