Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Apple Store Di Milan (Foto: Shutterstock)
Dream - Persaingan pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) akan semakin memanas setelah Apple memutuskan untuk terjun ke teknologi baru ini. Raksasa perusahaan teknologi dari Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah berburu para talenta berbakat untuk mengembangkan AI.
Perusahaan asal Cupertino itu bahkan telah mengunggah iklan lowongan kerja yang dibuka mulai 27 April 2023.
Melansir TechCrunch, langkah terbaru ini menjadi bukti Apple tengah berusaha menghadirkan teknologi AI yang lebih generatif ke dalam bisnisnya.
Secara khusus, Apple mencari spesialis pembelajaran mesin yang bersemangat untuk membangun sistem otonom yang lebih baik.
CEO Apple Tim Cook mengatakan AI generatif sangat menarik dan tidak menutup kemungkinan Apple akan memanfaatkan teknologi seperti itu.
Menurut laporan The Wall Street Journal, perusahaan mulai membatasi penggunaan ChatGPT OpenAI dan alat AI generatif eksternal lainnya untuk beberapa karyawan karena khawatir data kepemilikan bocor melalui platform.
Pembatasan tersebut bukanlah hal baru untuk Apple. Perusahaan juga sedang mengerjakan produk AI generatifnya sendiri.
Namun di saat Apple terus membangun dan meningkatkan penerapan AI, perusahaan yang dibangun Steve Jobs itu dianggap tertinggal dalam gelombang teknologi terbaru, bersama raksasa lain seperti Google dan Amazon.
Gelombang itu, diklaim dipimpin oleh perusahaan OpenAI di bawah naungan Microsoft.
The New York Times pada bulan Maret melaporkan Apple mengadakan pertemua internal untuk memamerkan pekerjaan yang dilakukannya dan menguji tim tentang AI.
Apple sendiri akan menjadi tuan rumah acara WWDC yang berfokus pada pengembang bulan depan. Event ini dinantikan publik karena muncul kemungkinan Apple akan mengumumkan pengembangan AI generatif di perusahaannya.
Peluncuran perangkat lunak baru untuk iPhone dan iPad juga sangat diharapkan, banyak yang memproyeksikan bahwa Apple juga akan memberikan rincian tentang headset AR/VR yang sangat dinantikan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya