Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Tangkapan Layar Akun TikTok @heyedle
Dream - Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah mahasiswa Indonesia bekerja paruh waktu menjadi petani viral di media sosial TikTok. Pekerjaan yang mereka lakoni buka yang dianggap necis oleh sebagian orang Indonesia. Para mahasiswa ini bekerja part time sebagai petani di Jepang.
Namun jangan rendahkan pekerjaan para mahasiswa ini. Hanya dengan bekerja 8 jam sehari, mereka berhak mendapat penghasilan sekitar Rp1,3 juta.
Video itu diunggah pemilik akun @heyedle pada Minggu, 30 Januari 2022. Pemilik akun itu merupakan salah satu dari sejumlah mahasiswa Indonesia yang bekerja paruh waktu menjadi petani padi di Jepang.
Perempuan ini mengatakan bahwa mendapatkan gaji sebesar 10 ribu yen atau setara dengan Rp1,3 juta per harinya dengan waktu kerja 8 jam sebagai petani padi.
“ Part time dapet sekitar 1,3 juta/8 jam. Gimana ga semangat coba? Mana nggak capek sama sekali,” tulisnya dalam keterangan video tersebut.
Dalam video, terlihat sejumlah mahasiswa Indonesia yang bekerja paruh waktu jadi petani itu sedang beristirahat di dalam sebuah ladang. Mereka tampak berbincang-bincang dengan beberapa bapak petani padi di Jepang.
Melalui videonya, perempuan ini menceritakan kegiatan yang dilakukannya selama menjadi petani padi.
" Nyoba jadi petani di Jepang. Ngapain aja? Masukin tanah, bibit di naungan plastik," jelasnya.
Mereka melakukan pekerjaan itu dengan mesin sehingga mereka mengaku tidak merasakan lelah sama sekali.
Perempuan ini juga menampilkan rekaman video saat ia dan teman-temannya tengah menghitung uang penghasilan saat menjadi petani padi paruh waktu di Jepang.
Menurutnya, para petani padi itu juga membantu mereka sehingga mereka tidak merasa kesulitan dalam bekerja.
" Petaninya baik semua dan ngebantuin banget. Dibantu banget, berasa dapet gaji buta," canda perempuan itu.
Bahkan, sejumlah mahasiswa Indonesia ini juga sempat masuk koran Jepang karena mereka mencoba mesin terbaru saat bekerja paruh waktu.
Video yang telah ditonton 1,6 juta kali itu menuai beragam komentar dari warganet. Ada beberapa warganet yang mengatakan bahwa gaji yang didapat mahasiswa tersebut sepadan dengan biaya hidup di Jepang.
" Ingat, kalau kerja di luar negeri jangan dinominalkan ke rupiah, tapi pertimbangkan biaya hidup di sana karena sangat berbeda," komentar warganet.
" Gaji gede, biaya hidup harian juga gede ditambah pajak," sahut warganet lainnya.
Namun ada juga warganet yang membandingkan gaji anak magang di Jepang dengan di Indonesia.
" Enak magang di Indonesia, sebulan aja di kasih 2M (makasih mas)," canda warganet.
@heyedle Part time dapet sekitar 1,3jt/ 8 jam. Gimana ga semangat coba?!! Mana gacape samsek 😌 #lowongankerja #wibu #fypシ ♬ original sound - pamsued
Dream - Ini kisah luar biasa tentang Brian Chorley. Pria senja ini telah bekerja selama 70 tahun di perusahaan yang sama tanpa sehari pun mengambil cuti atau izin karena sakit.
Pria Inggris ini mulai bekerja pabrik sepatu C&J Clarks pada 1953. Kala itu usianya baru 15 tahun. Dia bekerja 45 jam seminggu dan menerima gaji 2 poundsterling 3 shilling.
Brian memberikan satu poundterling dari gaji pertamanya kepada sang ibu. Dia bekerja untuk C&J Clarks hingga dekade 1980an. Saat tempatnya kerja diubah menjadi pusat perbelanjaan, dia berganti peran sebaga customer service.
Brian memang tumbuh dari keluarga kurang mampu. Sang ayah mendorongnya untuk mencari kerja. " Ayah saya berkata, 'Nak kamu berusia 15 tahun dan saat ini adalah liburan sekolah, kamu harus mencari kerja'," Brian mengenang permintaan sang ayah.
" Dan saya ingin melakukannya. Kami sangat miskin setelah perang dan ayah menjadi tentara. Saya ingin bekerja dan mencari uang," tambah dia.
Pria yang saat ini berusia 83 tahun masih belum punya rencana pensiun. Dia terinspirasi oleh David --penyiar kondang Inggris yang saat ini berusia 95 tahun.
" Saya baru saja lulus pemeriksaan kesehatan dengan hasil bagus dan saya ingin melanjutkannya selama saya bisa - saya ingin menjadi seperti David Attenborough," kata Brian.
Dia kehilangan sang istri, yang meninggal delapan tahun silam. Sehingga dia merasa kesepian di rumah sendirian. Dia merasa bosan jika menganggur.
" Saya selalu ingin pekerjaan," tambah dia.
Brian selalu ingin membantu orang. Dia siap melakukan apapun untuk melayani dan memperlakukan pelanggan dengan penuh rasa hormat.
" Saya telah diberitahu berkali-kali betapa hebatnya layanan yang mereka rasakan. Sangat bahagia, dan hanya itu yang saya inginkan," ujar Brian.
(Sumber: Mirror)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya