Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mark Zuckerberg. (Foto: Instagram/Zuck)
Dream - Setelah Twitter, platform media sosial terbesar dunia, Meta Platforms Inc ikut memangkas jumlah karyawan yang mulai dilakukan Rabu pagi (9 November 2022) waktu setempat. Laporan Wall Street Journal menyebutkan keputusan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pegawai telah dikonfirmasi oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg kepada jajaran eksekutif.
Melansir laman The Guardian, Rabu, 9 November 2022, Zuckerberg berbicara kepada ratusan eksekutif di perusahaan pada Selasa pagi untuk menginformasikan langkah manajemen yang akan menempuh PHK massal.
Menurut pengumuman internal, rencana PHK perusahaan dilaksanakan sekitar pukul 6 pagi waktu setempat pada hari Rabu ini.
Zuckerberg mengatakan bertanggung jawab atas penurunan kinerja yang dialami perusahaan. Terkait hal tersebut, Zuckerberg beranggapan saat ini perusahan memiliki jumlah staff yang terlalu banyak.
Kepala HRD Meta, Lori Goler mengatakan karyawan yang kehilangan pekerjaan akan diberikan setidaknya empat bulan gaji sebagai pesangon.
Sebelumnya, induk perusahaan dari Facebook, Instagram dan WhatsApp itu melaporkan telah melakukan PHK terhadap lebih dari 87 ribu karyawan pada akhir September.
Saat ini, industri teknologi memang tengah mengalami perlambatan dalam beberapa bulan terakhir. Penurunan ekonomi secara global, kenaikan suku bunga, dan perjuangan regulasi telah membuat perusahaan teknologi termasuk Alphabet dan Amazon untuk memperlambat atau menghentikan perekrutan.

Pada akhir Agustus, Snap memberhentikan 1.300 staf dan memotong investasi. Microsoft jugamemberhentikan sekitar 1.000 karyawan di beberapa divisi pada bulan Oktober, menurut laporan Axios.
Bahkan minggu lalu Twitter juga memberhentikan setengah tenaga kerjanya menyusul pengambilalihan perusahaan senilai US$44 miliar oleh Elon Musk.
Meta telah melihat kebingungan tentang masa depan perusahaan dalam beberapa bulan terakhir, karena platform andalannya, Facebook kehilangan pengguna berusia muda dan menghadapi tantangan pendapatan karena perubahan kebijakan privasi Apple.
Sementara itu, investor tampaknya masih belum yakin dengan poros perusahaan ke metaverse.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya