7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi
Dream - Dengan kekayaannya, seorang miliarder bisa meminta seseorang untuk mengerjakan tugasnya. Namun tidak bagi raja investasi Steve Schwarzman. Saat tidak sedang mengurus kerajaan bisnisnya, ia melakukan kegiatan amal dengan datang ke sebuah sekolah.
Yang cukup mengejutkan, Schwarzman ternyata menulis sendiri pesan dalam buku rapor 300 muridnya di sana.
Chairman dan CEO dari The Blackstone ini menuturkan saat wawancara dengan Betty Liu dari Bloomberg tentang apa artinya menjadi sukses dan bagaimana ia hampir masuk ke Harvard.
Orang terkaya di bidang pengeloal keuangan ini juga berbicara tentang bagaimana dia memberi nilai, memeriksa absensi dan mata pelajaran sekolah sekitar 350 siswa tingkat K-12.
" Saya terlibat dalam Dana Beasiswa Inner-City, yang disebar di sekolah-sekolah paroki di New York City. Dan itu hal yang menakjubkan di mana saya dan istri mensponsori sekitar tiga ratus anak," katanya mengutip laman Businessinsider, Minggu, 15 Oktober 2015.
Ia mengatakan sekitar 70 persen anak-anak berada di atau di bawah garis kemiskinan, dan 90 persen adalah minoritas. Sistem sekolah telah meluluskan 99 persen anak-anak. Sementara sistem sekolah umum memiliki tingkat kelulusan 50 persen sampai 60 persen.
" Saya memeriksa semua rapor mereka. Anak-anak melakukan pekerjaan bagus di mata pelajaran tertentu, mereka juga banyak yang sering absen," kata Schwarzman. " Saya menuliskan pesan pribadi untuk mereka. Saya pikir itu sesuatu yang baik bagi mereka. Saya mengomentari rapor mereka, sehingga mereka tahu itu sudah dibaca, dan bahwa seseorang peduli tentang mereka. Dan kemudian ketika mereka lulus, Anda akan bertemu dengan mereka."
Para siswa tersebut adalah bagian siswa yang mendapat bantuan dari program Dana Beasiswa Inner-City, yang memberikan dukungan kepada sekitar 7.500 siswa kurang mampu. Rata-rata, para siswa ini tinggal di rumah tangga dengan penghasilan US$ 24.000.
Schwarzman dan istrinya, Christine Schwarzman, telah menyumbangkan lebih dari US$ 48 juta kepada Dana Beasiswa Inner-City sejak tahun 2001, memberi bantuan kepada sekitar 350 siswa kurang mampu.
Kontribusi terakhir dari pasangan Schwarzman telah memungkinkan dana beasiswa diperpanjang kepada 2.900 siswa tambahan mulai musim gugur 2016.
" Ada begitu banyak hal yang saya bisa lakukan secara fisik. Tapi ini benar-benar murni, dan mereka menulis pesan untuk Anda untuk berterima kasih karena mengubah hidup mereka," kata Schwarzman.
" Itu sebabnya saya melakukannya, karena saya ingin anak-anak ini memahami bahwa tidak hanya ada orang yang membiayai mereka, tapi bahwa seseorang peduli tentang mereka."
Schwarzman, yang memiliki kekayaan lebih dari US$ 11 miliar mengatakan apa yang dilakukannya adalah proses yang bermanfaat. Dia melihat siswa mampu mengubah masa depan mereka selama bersekolah.
" Anda melihat perubahan pada diri mereka," kata Schwarzman. " Ketika Anda bertanya kepada mereka, 'Apa yang akan kamu lakukan? (Mereka menjawab) Aku akan menjadi seorang akuntan, aku akan menjadi seorang perawat, aku akan ke perguruan tinggi'."
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?