Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
Modal Digital Angkat 445 Ribu UMKM Dan Pengemudi Di Indonesia, Didukung OVO Finansial Dan Grab Indonesia
JAKARTA – Akses pendanaan digital kian terbukti mampu mendorong pelaku usaha kecil dan pekerja sektor transportasi untuk berkembang. Lebih dari 445 ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mitra pengemudi di berbagai daerah telah merasakan manfaat pembiayaan senilai total Rp6 triliun yang disalurkan lewat program pendanaan berbasis teknologi.
Program ini hadir sejak 2023 dengan tujuan membantu mitra usaha dan pengemudi memenuhi kebutuhan modal kerja, mengembangkan usaha, dan menjaga keberlangsungan pendapatan. Sekitar 30 persen penyaluran dana bahkan menjangkau wilayah di luar Pulau Jawa, membuka peluang ekonomi di daerah yang kerap sulit mengakses layanan perbankan konvensional.
Kisah Ziaulhaq di Lombok menjadi salah satu contoh keberhasilan. Mantan karyawan di sektor pembiayaan ini berani meninggalkan zona nyaman untuk membuka warung nasi kuning pada 2019. Meski sempat terhenti tiga bulan akibat pandemi, ia bangkit kembali dengan strategi baru. Pinjaman berbunga rendah dari program ini membantunya membuka cabang kedua, menaikkan omzet hingga 50 persen, dan mempekerjakan tiga orang.
Dari Labuan Bajo, Robertus juga merasakan manfaat serupa. Warung pecel ayam yang ia dirikan dekat bandara kini lebih ramai setelah renovasi dan penambahan peralatan masak. Modal awal Rp600 ribu yang ia miliki kini berkembang dengan plafon pinjaman mencapai Rp16 juta, cukup untuk merekrut tiga karyawan dari warga setempat.
Cerita-cerita ini menunjukkan bahwa akses pendanaan yang cepat, praktis, dan terjangkau dapat menjadi kunci pertumbuhan ekonomi akar rumput. Melalui integrasi teknologi, proses pengajuan dan pencairan modal kini bisa dilakukan tanpa jaminan fisik dan prosedur rumit, bahkan bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil.
Advertisement
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series