Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Instagram @asniesbaswedan)
Dream - Warga yang terpapar Covid-19 dan menyebabkan kematian semakin bertambah tiap harinya. Salah satu wilayah yang menyumbang angka pasien positif tertinggi adalah DKI Jakarta.
Gubernur Anies Baswedan menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta Barat, salah satu RS rujukan pasien Covid-19, pada Minggu, 24 Januari 2021.
Dalam unggahan Anies di sosial media Instagramnya @aniesbaswedan, ia menggambarkan bagaimana dirinya melihat seorang pasien Covid-19 meninggal dunia.
“ Pasien itu baru saja ditutup kain putih. Ikhtiar manusia berhenti di situ. Semua alat dilepas, Ia telah jadi jenazah. Kematian dalam kesendirian, tanpa ada keluarga di sampingnya,” tulis Anies dalam unggahannya.
Anies melihat peristiwa itu di ruang kontrol RSUD Cengkareng. Dalam ruangan, terdapat layar telivisi yang menampilkan kondisi kamar setiap pasien yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU).
Kondisi itu terlihat pada foto di unggahan yang sama. Terlihat Anies tengah menatap layar televisi yang menampilkan kondisi salah satu pasien yang seluruh tubuhnya sudah ditutup kain putih.
Tak lama kemudian, kata Anies, ia menemui keluarga pasien Covid-19 itu di depan ruang jenazah.
“ Duka mereka terasa teramat dalam. Sesuatu yang tak pernah mereka bayangkan akan terjadi secepat itu. Kebersamaan dan gelak tawa berpuluh tahun keluarga itu, kini tersimpan menjadi kenangan,” kata Anies. Jenazah itu pun dikebumikan menjelang maghrib.
Lewat unggahannya, Anies mengajak masyarakat untuk menyadari ancamaan nyata dari Covid-19.
Menurut dia, saat ini kasus Covid-19 paling banyak terjadi pada klaster keluarga. Anies mengatakan mayoritas yang terpapar adalah mereka yang berusia muda, namun, yang paling banyak meninggal adalah berusia tua.
“ Teman-teman semua, ini bukan fiksi dan bukan sekadar angka statistik. Ini akhir dari sebuah perjalanan anak manusia yang diterpa wabah: bermula dari tertular COVID-19 dan berujung pada kematian,” ucap dia.
Anies Baswedan pun meminta agar masyarakat taat menerapkan protokol kesehatan manakala harus berkegiatan di luar rumah, seperti mencuci tangan saat pulang ke rumah, memakai masker, dan menghindari kontak fisik dengan anggota keluarga lain.
“ Berjarak, tak bersalaman dengan keluarga itu terasa aneh, tapi ingat lah terpisah untuk isolasi bahkan berpisah selamanya itu jauh amat tidak nyaman. Jadi jangan lelah, jangan lengah,” tutur Anies.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya