6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
UUS CIMB Niaga Membukukan Pertumbuhan Positif Pembiayaan.
Dream – Bank CIMB Niaga Syariah membukukan pertumbuhan positif pada bisnis pembiayaan syariah sepanjang 2017. Direktur Syariah Banking CIMB Niaga, Pandji P. Djajanegara, mengungkapkan pembiayaan year on year (yoy) mencatat pertumbuhan hingga 65 persen.
“ Angkanya belum audit. Namun, financing kurang lebih naik dari Rp10,2 triliun (pada 2016) ke Rp16,7-Rp16,8 triliun (pada 2017),” kata Pandji di Jakarta, ditulis pada Senin, 15 Januari 2018.
Pandji mengatakan kontribusi terbesar dalam bisnis pembiayaan berasal dari sektor korporasi dan consumer, termasuk KPR syariah. “ Dari sisi consumer yang paling besar,” kata dia.
Kinerja baik juga dibukukan unit usaha syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk ini dari penerimaan dana pihak ketiga (DPK). Perusahaan mencatat kenaikan 90 persen dari Rp10,8 trilun pada 2016 menjadi Rp19,9 triliun pada 2017.
Rilis Produk Anyar
Untuk meningkatkan volume pembiayaan, CIMB Niaga Syariah juga berencana meluncurkan produk baru di tahun, yaitu Kartu Pembiayaan Syariah Platinum. Selama ini, kata Pandji, CIMB Niaga Syariah hanya menerbitkan Kartu Pembiayaan Gold.
Menurut Pandji. ada perbedaan fitur antara kartu pembiayaan syariah gold dan platinum. Pada kartu gold, limit pemakaian sebesar Rp100 juta dan bebas biaya tahunan, sedangkan yang platinum Rp500 juta dan dipungut biaya tahunan.
Rencananya, produk baru ini diluncurkan pada kuartal II 2018. “ Diharapkan bisa meningkatkan volume pembiayaan,” kata Pandji.
© Dream
Dream – Pandji mengatakan saat ini pihaknya belum memusingkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pelepasan Unit Usaha Syariah (UUS) dari bank induk.
“ Masih jauh,” kata Pandji.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan 2022 sebagai tenggat waktu terakhir bagi setiap Unit Usaha Syariah bank untuk lepas dari induk. Begitu masuk 2023, semua UUS harus sudah tidak ada lagi.
Pandji mengatakan saat ini manajemen CIMB Niaga Syariah fokus mempersiapkan diri supaya permodalannya kuat. Dia juga ingin kemampuan modal UUS CIMB Niaga stabil saat sudah berdiri sendiri.
“ Jangan sampai turun begitu menjadi bank umum syariah,” kata dia.
Lebih lanjut, Pandji mengatakan aset yang dimiliki CIMB Niaga Syariah sebesar Rp23 triliun pada 2017. Angkanya bertambah dari 2016 yang sebesar Rp12,8 triliun. “ Hampir dua kali lipat,” kata dia.
(Laporan: Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?