Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Produsen Makanan Di Jepang Mengincar Pasar Makanan Halal Global.
Dream – Ketika pasar domestik terpuruk, produsen makanan lokal Jepang mulai gencar menggenjot ekspor. Mereka melihat ada satu pasar makanan yang menjanjikan, yaitu pasar makanan halal yang tumbuh pesat di Timur Tengah.
Dilansir dari Nikkei Asia, Jumat 3 Maret 2017, produsen gula-gula, Kabaya, akan menjual snack berbentuk cokelat panda, Sakusaku Panda, ke Uni Emirat Arab. Mereka telah mengantongi sertifikat halal dari negara itu.
Dengan sertifikat halal tersebut Kabaya pun menghapus bahan makanan babi dari daftar perekat kemasan makanan Kabaya.
Produsen minuman kopi, UCC Ueshima Coffee, juga telah bersertifikat halal untuk tiga produk minumannya. Mereka juga telah mengekspor kopi instan dan minuman kopi dalam kemasan kaleng, ke Dubai. Pimpinan UCC Ueshima Coffee, Tatsushi Ueshima, mengatakan perusahaannya akan membidik negara Timur Tengah lainnya, seperti Arab Saudi.
Sekadar informasi, populasi di regional itu bertumbuh. Kenaikan populasi ini membuat pasar makanan di Timur Tengah meroket.
Berdasarkan data Japan External Trade Organization, pasar makanan dan minuman halal global diprediksi berkembang menjadi US$2,53 triliun (Rp33.846 triliun) pada 2019. Nilainya dua kali lipat dari nilai pasar tahun 2013.
Pada Februari 2017, sebuah lembaga sertifikasi halal yang didukung oleh pemerintahan Timur Tengah, dirilis di Tokyo, Jepang. Keberadaan lembaga sertifikasi halal ini membantu pengusaha Jepang untuk mendapatkan sertifikat halal dan menjual produknya ke negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?