Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Menparekraf Sandiaga Uno (Liputan6.com/ Yunizafira Putri)
Dream - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno melaporkan ekonomi kreatif Indonesia menempati posisi ketiga di dunia. Urutan pertama diduduki Amerika Serikat (AS) menyusul Korea Selatan (Korsel) di tempat kedua.
Posisi AS sebagai pusat ekonomi kreatif dunia tak terlepas dari keberadaan Hollywood yang mampu produksi film-film ternama hingga menjadi pusat musik dunia. Sementara Korsel diakui telah berhasil membawa Drama Korea (drakor) hingga musiknya yang populer, Korean Pop (KPop) ke kancah internasional.
“ Nah Indonesia sekarang dengan persentase 7,4%, menjadikan kita di posisi ketiga,” kata Sandiaga Uno di acara IdeaFest 2022, Kamis 24 November 2022.
Sandiaga Uno optimistis industri ekonomi kreatif Indonesia dapat merebut posisi kedua dari Korea Selatan.
Salah satu alasannya adalah Indonesia mempunyai drama horor (drahor) dan dangdut koplo (DPop) yang dapat dibanggakan dan bersaing di kancah internasional.
“ Kalau Korea punya DraKor, kita punya DraHor, Drama Horror. Mereka punya Kpop, kita punya Dpop, Dangdut Koplo. Dengan populasi yang banyak dan market yang besar, kita optimis Indonesia bisa merebut posisi kedua dari Korsel," ujarnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, kata Sandiaga, tentunya tidak lepas dari peran para kreator dengan segala ide kreatif yang mereka miliki.
Mantan Wagub Jakarta itu mengajak para kreator khususnya anak muda kreatif untuk melakukan tiga hal.
“ Inovasi, never stop innovating. Adaptasi, selalu fleksibel. Dan ketiga, kolaborasi. Ini adalah ruang kolaborasi,” tuturnya.
Menurut Sandiaga, satu hal yang dapat menjadi penghalang kolaborasi adalah mindset kompetisi. “ Competitive mindset itu bagus, tapi kadang-kadang menutup kemungkinan kita untuk kerja sama. Padahal jati diri bangsa kita gotong royong,” ungkapnya.
Sandiaga juga mengungkap adanya pertumbuhan hingga dua kali lipat ekonomi digital di Indonesia. Jika tahun lalu ekonomi digital Indonesia menyentuh angka 77 miliar dollar, kini angkanya tumbuh menuju Rp150 miliar dollar di tahun 2025.
Laporan : Erdyandra Tri Sandiva
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya