Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Foto: Timesnext.com
Dream - Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang mulai menghantam berbagai industri di Amerika Serikat, mulai membuat para pegawai Google. Karyawan di perusahaan raksasa pencarian di intenet itu khawatir mereka akan menjadi korban PHK berikutnya.
Selama beberapa waktu terakhir, perusahaan teknologi besar lainnya telah mengumumkan memangkas banyak pegawainya. Perusahaan milik Mark Zuckerberg, Meta Inc diketahui telah merumahkan 13 persen stafnya atau lebih dari 11 ribu orang.
Langkah serupa ditempuh Snap yang merumahkan sebanyak 20 persen, Twitter yang memecat setengah pegawainya, dan terakhir Hewlet Packard HP yang berencana melakukan PHK 4.000 hingga 6.000 orang selama tiga tahun ke depan.
Melansir laman CNBC, Jumat, 25 November 2022, sejauh ini Google berusaha menghindari PHK. Namun sejumlah kegiatan operasional mulai dipangkas perusahaan. Google telah memutuskan memangkas dana untuk inkubator Area 120, membatalkan laptop Pixelbook generasi berikutnya, dan akan menutup layanan game Stadia.
Bulan lalu perusahaan mengatakan pendapatan iklan YouTube menyusut dari tahun sebelumnya karena Google menghasilkan periode pertumbuhan terlemah sejak 2013.
Google mengatakan pada saat itu akan secara signifikan mengurangi pertumbuhan jumlah karyawan pada kuartal keempat.
Menghadapi isu PHK, beberapa pegawai mengekspresikan kecemasan dan kegelisahannya melalui meme " tolong jangan pecat kami" yang dibagikan secara internal.
Selain itu, ada juga meme yang menampilkan pernyataan dari investor aktivis TCI Fund yang meminta agar CEO Sundar Pichai memotong gaji dan jumlah karyawan lewat tindakan agresif.
Sebelumnya, awal tahun ini Google mengatakan bahwa mereka membuang praktik lama dan beralih ke proses yang disederhanakan bernama Googler Review and Development (GRAD).
Seorang juru bicara Google mengatakan bahwa sistem GRAD diluncurkan untuk membantu pengembangan karyawan, pembinaan, pembelajaran, dan kemajuan karir sepanjang tahun.
Google menambahkan bahwa sistem baru akan menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi, tetapi para pekerja bersikeras perubahan itu memiliki banyak ambiguitas di tengah isu perusahaan akan memotong gaji dan PHK.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya