Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Alhamdulillah, Dua Indeks Syariah Ketika Perdagangan Berakhir Pada Senin, 29 Januari 2018.
Dream - Tak seperti awal pekan kemarin, indeks saham syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa mempertahankan rekor barunya. Dua indeks acuan, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat pada perdagangan harian, Senin, 29 Januari 2018.
Rekor baru dua indeks syariah ini tercipta di tengah pemodal asing yang melakukan aksi jual saham. Otomatis, laju ISSI dan JII banyak ditopang oleh aksi beli investor domestik.
Indeks ISSI menutup perdagangan dengan rekor baru di level 199,614 atau menanjak 1,155 poin (0,58%) ke level 199,614. Indeks syariah melaju positif sepanjang perdagangan dengan menyentuh level tertinggi di 199,648.
Dengan 20 emiten yang ditutup menguat, indeks keping biru syariah, JII juga tak mau kalah dengan saudaranya, ISSI. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini mengukir rekor baru di level 798,772 atau menguat 4,809 poin (0,61%).
Berbeda dengan ISSI, indeks JII justru sempat terpeleset ke zona merah. Indeks JII menyentuh level terendah di 791,201, namun berhasil kembali menguat setelah muncul aksi beli investor.
Transaksi perdagangan saham syariah relatif masih tinggi dibandingkan hari normalnya dengan 77,42 juta saham yang berpindah tangan. Namun nilai transaksi perdagangan saham syariah sedikit berkurang menjadi Rp6,22 triliun.
Pemodal asing yang akhir pekan lalu berburu saham, kini memanfaatkan awal pekan untuk aksi ambil untung. Asing membukukan nett sell hingga Rp200 miliar.
Sektor pertambangan, pertanian, dan properti menjadi lirikan investor di awal pekan ini. Ketiga indeks sektoral ini meroket 2,56 persen, 1,75 persen, dan 1,69 persen.
Sebaliknya, indeks sektor infrastruktur menjadi satu-satunya yang melemah dengan koreksi sebesar 1,34 persen.
Emiten-emiten bluechip syariah pencetak top gainer adalah UVNR yang harga sahamnya meroket Rp850, INCO Rp160, TPIA Rp150, UNTR Rp150, dan BRPT 130.
Sebaliknya, harga saham SMGR terkoreksi Rp400, PGAS Rp140, LPPF Rp100, TLKM Rp80, PTPP Rp10, dan WSBP Rp2.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup di level Rp13.281 per dolar AS. Kurs rupiah ini naik 25 poin atau 0,19 persen.
(Sah)
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A