10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Indeks ISSI Dan JII "terbakar" Hari Ini.
Dream - Investor asing masih melarikan dananya dari pasar modal Indonesia. Sentimen aksi jual asing serta tekanan isu perang dagang Amerika Serikat (AS) membuat sebagian besar indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali berguguran.
Dua indeks acuan saham syariah juga ikut terseret ke zona merah pada penutupan perdagangan harian BEI, Rabu, 14 Maret 2018. Aksi jual asing pada saham syariah membuat tekanan besar.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan melemah 1,934 poin (1,02%) ke level 188,113. Tanda-tanda pelemahan ISSI mulai terlihat sejak awal perdagangan saat lajunya melemah di level 189,945. Meski sempat menguat dan menyentuh level tertinggi 190,159, ISSI tak bisa melawan tekanan jual di akhir penutupan.
Aksi lepas saham terlihat jelas di pergerakan emiten-emiten unggulan syariah. Dari 30 penghuni Jakarta Islamic Index (JII), sebanyak 27 saham mengalami koreksi, 2 saham stagnan, dan satu emiten masih bisa ditutup menguat.
Indeks JII menutup perdagangan dengan melemah 10,518 poin (1,42%) ke level 732,076.
Perdagangan saham syariah mengalami peningkatan dari segi volume namun melemah untuk nilai transaksi. Tercatat 84,03 juta saham syariah berpindah pemilik dengan nilai transaksi Rp4,47 triliun.
Sejumlah indeks saham sektoral mengalami tekanan jual cukup dalam di perdagangan tengah pekan in. Saham di sektor tambang mengalami koreksi paling dalam dengan pelemahan indeks mencapai 2,01 persen. DIsusul industri aneka, properti, perdagangan, dan pertanian masing-masing 1,37 persen, 1,32 persen, 1,14 persen, dan 1,10 persen.
Penguatan indeks sektoral terjadi pada saham-saham barang konsumsi sebesar 0,16 persen dan keuangan 0,10 persen.
Satu-satunya bluechips syariah yang bergerak menguat hanyalah INCO dengan kenaikan Rp40 per lembar saham.
Sebaliknya, saham UNTR kembali mengalami koreksi tajam Rp1.500. Top losser bluechips syariah lainnya adalah LPPF Rp450, UNVR Rp325, INDF Rp175, dan ASII Rp125.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bertahan di zona hijau. Sejak dibuka, kurs rupiah terhadap dolar AS menghijau di level Rp13.722 per dolar AS dan sempat menyentuh puncak di Rp13.691 per dolar AS. Ketika perdagangan berakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 29 poin (0,21%) ke level Rp13.723 per dolar AS.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli